Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

DBD di Cianjur Capai 224 Kasus, Dinkes Minta Masyarakat Jaga PHBS

Terbit 13 Nov 2021 11:37 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
DBD di Cianjur Capai 224 Kasus, Dinkes Minta Masyarakat Jaga PHBS — Cianjur Update
PHBS: Ratusan warga terjangkit penyakit DBD dan Chikungunya, Dinkes minta PHBS terus dijaga. (Foto: Istimewa)

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Selama musim hujan, potensi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Chikungunya akan terus mengintai.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mencatat, kasus DBD di Cianjur hingga awal November 2021 ini sudah mencapai 224 kasus dan pada 2020, ada sebanyak 700 kasus.

Kasus pasien DBD yang meninggal pada 2021 hanya ada dua orang dan pada 2020 ada sebanyak 7 orang.

Iklan sevilage

Sementara untuk kasus Chikungunya, pada 2021 tercatat kurang dari 100 kasus. Pada 2020, kasus Chikungunya mencapai 114 kasus.

Wilayah yang berpotensi kasus DBD dan Chikungunya adalah Kecamatan Cianjur, Karangtengah, dan Cilaku.

Baca Juga
Cianjur Karate Championship 2026 Diikuti 1.327 Peserta, Juara Pertama Berpeluang Dapat Beasiswa
Berita · Berita terkait

Baru-baru ini, kasus Chikungunya terjadi ada di Kampung Cisarua, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur.

“Kasus yang di Nagrak menimpa beberapa keluarga, saat ini sudah dilakukan fogging,” ujar Kabid P2P Dinkes Cianjur, dr Yusman Faisal kepada Cianjur

Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB Jabar, Siap Tekan Angka Tidak Sekolah Capai 46 Ribu
Berita · Berita terkait

Berdasarkan gejala dan hasil laboratorium, di Desa Nagrak bisa dipastikan merupakan kasus Chikungunya. Yusman menyebut, penanganan Chikungunya dan DBD sama.

“Penanganannya itu sama dengan DBD yaitu pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” jelas Yusman.

Baru-baru ini pun diduga ada kasus Chikungunya di wilayah Warungkondang. Namun, Yusman belum bisa memastikan hal tersebut.

“Tapi harusnya surveillance di kecamatan maupun di kabupaten aktif. Biasanya mereka sudah punya link, ketika ada kasus biasanya cepat dilaporkan,” ucap Yusman.

Baca Juga
120 Becak Listrik Bantuan Presiden Segera Disalurkan kepada Pembecak di Cianjur
Berita · Berita terkait

Yusman menjelaskan, waktu yang berisiko memunculkan kasus DBD dan Chikungunya adalah saat pergantian musim. Sebab, jentik nyamuk identik dengan lingkungan.

“Kepadatan penduduk juga berpengaruh, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga, dan salah satunya PSN yang harus dilakukan seminggu sekali,” terangnya.

Yusman mengimbau masyarakat, agar memperhatikan lingkungan selain individu. Sebab, DBD dan Chikungunya bisa menyebabkan tingginya angka kesakitan.

“Lebih lagi karena ada angka kematian, masyarakat harus waspada. Ketika ada gejala harus berobat dan melaporkan ke instansi sekitar dan berkoordinasi dengan perangkat desa,” tutupnya.(afs/sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{