Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Cianjur Krisis Pendidikan, Bupati Bakal Fokus Penanganan Holistik dan Perubahan Paradigma

Terbit 2 May 2025 10:27 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Cianjur Krisis Pendidikan, Bupati Bakal Fokus Penanganan Holistik dan Perubahan Paradigma — Cianjur Update
Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian. (Foto: Rendi Irawan/cianjurupdate.com)

CIANJURUPDATE.COM – Pemerintah Kabupaten Cianjur menunjukkan respons serius terhadap permasalahan krusial di sektor pendidikan, yakni rendahnya Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan tingginya angka anak putus sekolah.

Data yang terungkap pada Hari Hak dan Kesejahteraan Masyarakat (HHKM) 2025 mencatat adanya sekitar 48.000 anak di Cianjur yang tidak melanjutkan pendidikan, sebuah indikator yang memicu perhatian mendalam dari kepala daerah.

Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian menekankan bahwa penanganan isu ini memerlukan pendekatan yang komprehensif dan multidimensional.

Iklan sevilage

Menurutnya, intervensi tidak dapat hanya berfokus pada perbaikan sistem pendidikan formal, melainkan juga harus menyentuh aspek pola pikir masyarakat secara luas.

Baca Juga
Diduga Hendak Tawuran, Tiga Pelajar SMK di Cianjur Diamankan
Berita · Berita terkait

“Ini harus ada penanganan secara komprehensif. Bukan hanya mengenai pendidikannya, tapi juga pola pikir. Baik dari orang tuanya, perangkat di lingkungannya, termasuk dari anak-anak itu sendiri,” tegas dr. Wahyu.

Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan bahwa perspektif terhadap pendidikan perlu diubah. Pendidikan, menurutnya, tidak boleh lagi direduksi sebatas pada perolehan sertifikat atau ijazah.

Lebih dari itu, pendidikan memiliki peran fundamental dalam membentuk kerangka berpikir yang kritis, memperluas wawasan, dan membuka berbagai peluang untuk mencapai kesejahteraan sosial dan ekonomi di masa depan.

“Pendidikan itu penting, bukan hanya untuk ijazah. Tapi juga sebagai bekal membentuk pola pikir, pemahaman, dan jalan menuju kesejahteraan mereka di masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga
Polisi Periksa Saksi Hingga Dalami Motif Dugaan Tawuran Antar Pelajar di Cianjur
Berita · Berita terkait

Menanggapi fenomena kultural di Cianjur yang menunjukkan preferensi sebagian masyarakat terhadap pendidikan di pesantren, Bupati Wahyu menyampaikan pandangan yang akomodatif.

Ia menyatakan bahwa pilihan tersebut bukanlah masalah, selama institusi pesantren yang bersangkutan juga mengimplementasikan kurikulum pendidikan formal yang terstruktur dan diakui.

“Di Cianjur ini memang banyak pesantren. Jangan kita pisahkan antara pendidikan pesantren dan pendidikan formal, karena sekarang banyak pesantren yang sudah terintegrasi. Kita juga akan dorong pesantren yang belum formal untuk terkoordinasi dengan kami, agar lulusannya punya kompetensi yang setara dengan anak-anak seusianya,” pungkasnya.***

Editor: Dadan Suherman

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Rendy Irawan | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{