Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

CAI Beberkan 'Permainan' Barjas dan Dinkes Cianjur

Terbit 28 Oct 2019 10:50 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan

, Cianjur – Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Badan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Kabupaten Cianjur diduga bersekongkol dalam lelang pembangunan Puskesmas Campaka. Cianjur Aktivis Independen (CAI) menduga kuat persekongkolan yang dilakukan oknum Barjas dan oknum Dinkes Cianjur tersebut.

Direktur Eksekutif CAI, Farid Sandi mengatakan terdapat sejumlah keburukan yang dilakukan Barjas untuk memperkuat dugaan persekongkolan Barjas dan Dinkes Cianjur tersebut.

Pertama, Farid mengatakan persayaratan Sertifikat Keahlian Kerja (SKT) dan Surat Keterampilan Kerja (SKT) tidak berdasarkan peraturan.

Iklan sevilage

“Banyak persyaratan SKT dan SKA yang tidak berdasarkan Permen PU Nomor 7 tahun 2019 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Melalui Jasa Penyedia,” tuturnya kepada Cianjur Update, Senin (28/10/2019).

Baca Juga
Polisi Periksa Saksi Hingga Dalami Motif Dugaan Tawuran Antar Pelajar di Cianjur
Berita · Berita terkait

Kedua, Farid mengatakan bahwa jadwal lelang tidak konsisten dan tidak beralasan dalam merubah jadwa. “Jadwal lelang yang berubah-ubah dan tidak mencantumkan alasan dalam perubahan jadwal,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Farid, nilai penawaran dari pemenang tender terlalu rendah dan tidak rasional. “Sehingga akan berdampak terhadap speak dan volume pekerjaan,” kata dia.

Selanjutnya, batasan waktu yang tidak masuk akal. Farid mengatakan bahwa pelaksanaan harus selesai dalam jangka waktu 60 hari. “Kami rasa tidak masuk nalar logika dengan kondisi guyuran hujan hari-hari ini,” ucapnya.

Baca Juga
Hadapi Ancaman Karhutla, Pemkab Cianjur Siagakan Ratusan Personel dan Peralatan
Berita · Berita terkait

“Kelima, dugaan bocoran dokumen yang diberikan oleh oknum Dinkes Cianjur yaitu dr Irfan yang membuat lengkapnya skenario persekongkolan dalam lelang,” kata dia.

Berdasarkan pernyataan tersebut, Farid mendesak untuk dilakukan audit forensik dalam pengadaan barang dan jasa.

“Kami sudah laporkan ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa pusat untuk dilakukan pemeriksaan.” tandasnya.(afs)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{