Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Bupati Cianjur Sebut Stunting Jarang Terjadi di Pedesaan, Benarkah?

Terbit 4 Aug 2022 20:00 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Bupati Cianjur Sebut Stunting Jarang Terjadi di Pedesaan, Benarkah? — Cianjur Update
Ilustrasi Balita.(Foto: Pexels.com)

Cianjur Update, Cianjur – Bupati Cianjur H Herman Suherman menyebut stunting jarang terjadi di wilayah pedesaan. Hal itu diungkapkannya melalui akun instagram resminya @hermansuherman pada, Kamis (4/8/2022).

Menurut Herman, salah satu penyebab dari stunting adalah gizi buruk. Ia pun menyebut, masyarakat di pedesaan jarang mengalami stunting daripada di perkotaan.

“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya,” tulis dia dikutip Cianjur Update, Jumat (5/8/2022).

Iklan sevilage

Kekurangan gizi, lanjut Herman, terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir. Akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia dua tahun.

Baca Juga
Cianjur Karate Championship 2026 Diikuti 1.327 Peserta, Juara Pertama Berpeluang Dapat Beasiswa
Berita · Berita terkait

“Cara mendapatkan asupan gizi yang baik adalah dengan mengkonsumsi pangan lokal, yaitu protein hewani dari belut, ikan, tutut, dll. Sedangkan protein nabati adalah tahu dan tempe,” ungkap dia.

Benarkah Stunting Jarang Terjadi di Pedesaan?

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dr Yusman Faisal menjelaskan, salah satu faktor yang membuat stunting di pedesaan lebih rendah atau jarang adalah angka penduduk.

“Semakin tinggi kepadatan penduduknya, maka angka stunting bisa berpotensi tinggi,” ucap Yusman dihubungi Cianjur Update, Jumat (5/8/2022).

Baca Juga
Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB Jabar, Siap Tekan Angka Tidak Sekolah Capai 46 Ribu
Berita · Berita terkait

Di Cianjur, angka stunting hanya mencapai 4 persen menurut bulan penimbangan balita. Menurutnya, angka ini cukup rendah.

“Sangat rendah, bahkan memang melebihi target 2024, yaitu 14 persen,” ucap dia.

Akan tetapi, menurut data survei gizi pada 2021, angka stunting di Kabupaten Cianjur sangat tinggi yakni mencapai 33 persen. Sementara, data pada tahun 2022 belum keluar.

“Angka itu tinggi, bahkan di atas rata-rata nasional yaitu sebesar 31 persen,” jelas dia.

Baca Juga
120 Becak Listrik Bantuan Presiden Segera Disalurkan kepada Pembecak di Cianjur
Berita · Berita terkait

Kasus stunting tertinggi di Cianjur terdapat di wolayah utara dan tengah. Tetapi, Yusman mengatakan, jika didata secara menyeluruh, seluruh wilayah di Cianjur memiliki angka yang tidak jauh berbeda.

“Dinas Kesehatan terus aktif memberikan penyuluhan untuk menekan angka stunting. Di Cianjur ada gugus tugas yang berperan menurunkan stunting, dan di tahun 2023, leading sector-nya dialihkan ke Dinas KB,” tutup Yusman.(afs)

Berita Terkait

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{