Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Bunga Bangkai Raksasa Mekar di Kebun Raya Cibodas, Fenomena Langka yang Memikat Pengunjung

Terbit 23 Mar 2025 04:40 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Bunga Bangkai Raksasa Mekar di Kebun Raya Cibodas, Fenomena Langka yang Memikat Pengunjung — Cianjur Update
Bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum Becc) dengan nomor koleksi 76 di Kebun Raya Cibodas akhirnya mekar sempurna. (Foto: Istimewa)

CIANJURUPDATE.COMBunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum Becc) dengan nomor koleksi 76 di Kebun Raya Cibodas akhirnya mekar sempurna. Ini merupakan mekarnya yang keempat setelah sebelumnya berbunga pada 2016, 2020, dan 2024.

Berdasarkan pemantauan unit pengelolaan koleksi ilmiah Kebun Raya Cibodas, tunas mulai muncul pada 18 Januari 2025. Bunga ini mencapai puncak mekarnya pada Jumat malam (21/03/2025) pukul 22.25 WIB dengan tinggi spadiks 313 cm dan lebar spatha 142 cm.

General Manager Kebun Raya Cibodas, Joko Sulistio, menyatakan bahwa peristiwa ini adalah momen langka dan indah yang bisa dinikmati masyarakat.

Iklan sevilage

“Mekarnya bunga bangkai kali ini merupakan hadiah Lebaran dan ulang tahun Kebun Raya Cibodas. Kami berharap ini bisa meningkatkan jumlah pengunjung,” ujarnya, Sabtu (22/3/2025).

Baca Juga
Musim Mekar Sakura Tiba, Kebun Raya Cibodas Suguhkan Panorama Memikat
Berita · Berita terkait

Peneliti Ahli Muda Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah KKI Kebun Raya Cibodas BRIN, Destri, menjelaskan bahwa bunga ini hanya mengalami fase dorman dan melewatkan fase vegetatif. Setelah berbunga pada April 2024, tanaman ini dorman selama delapan bulan sebelum kembali berbunga pada 2025.

Secara normal, siklus hidup A. titanum mencakup fase dorman, berdaun, dorman, berbunga, dan berulang setiap tiga hingga empat tahun.

“Spesimen nomor 76 ini diperkirakan berbunga kembali pada 2028, bukan 2025. Kondisi tanaman yang subur dan sehat memungkinkan cadangan makanan cukup untuk berbunga kembali tanpa melalui fase vegetatif,” jelasnya.

Baca Juga
Viral Jukir Liar Pungut Uang dan Larang Wisatawan Asing ke Cibodas, Bupati Cianjur Instruksikan Penindakan
Berita · Berita terkait

Tanaman dari keluarga Araceae ini merupakan flora endemik Sumatera dan pertama kali ditemukan oleh Dr. Odoardo Beccari pada 1878 di Lembah Anai, Sumatera Barat. “Selain baunya yang khas seperti bangkai, A. titanum juga memiliki perbungaan terbesar di dunia,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa tanaman ini berbunga setiap empat tahun dengan tiga fase pertumbuhan: vegetatif, generatif, dan dorman. Keberadaannya tergolong terancam punah menurut IUCN 2018 dan dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.

Editor: Afsal Muhammad

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Rendy Irawan | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{