Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Alih Fungsi Lahan Picu Banjir dan Longsor di Cianjur, Dedi Mulyadi Turun Tangan

Terbit 14 Apr 2025 13:38 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Alih Fungsi Lahan Picu Banjir dan Longsor di Cianjur, Dedi Mulyadi Turun Tangan — Cianjur Update
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespons keluhan warga Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, terkait banjir dan longsor yang sering melanda. (Foto: Istimewa)

– Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespons keluhan warga Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, terkait banjir dan longsor yang sering melanda daerah mereka.

Setelah melakukan inspeksi lapangan, Dedi menyimpulkan bahwa penyebab bencana tersebut adalah perubahan fungsi lahan di bagian hulu wilayah tersebut.

Menurutnya, banjir diakibatkan oleh konversi lahan dari perkebunan teh menjadi perkebunan stroberi yang dibangun dengan sistem rumah kaca.

Iklan sevilage

BACA JUGA: Anastasya Putri, Anak Yatim Cianjur Jadi Anak Asuh Gubernur Dedi Mulyadi

Baca Juga
Final Warkamsi Cup Ricuh! Diduga Dipicu Selebrasi Suporter, Dua Tim Kena Sanksi
Berita · Berita terkait

Konversi ini dianggap mengganggu keseimbangan ekosistem dan aliran air alami.

“Ada laporan dari warga mengenai banjir. Setelah diperiksa, ternyata sungai yang seharusnya berliku malah diluruskan. Selain itu, di bagian hulu terjadi perubahan lahan dari perkebunan teh menjadi perkebunan stroberi yang dibangun dengan greenhouse,” ungkapnya, Senin (14/4/2025).

Ia juga menyoroti kurangnya pertimbangan dari pihak perusahaan dalam melakukan pembangunan dan konversi lahan.

Baca Juga
BPIP Bentuk Relawan Gerakan Kebijakan Pancasila di Cianjur, Tekankan Penguatan Moral
Berita · Berita terkait

BACA JUGA: Dedi Mulyadi Izinkan ASN Libur Kerja Demi Rawat Orang Tua Sakit, Begini Syaratnya

Dedi menyebut hal ini dapat menimbulkan dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat.

“Biaya bencana jauh lebih mahal daripada biaya produksi. Saya adalah orang pertanian, saya mengerti arah kebijakan daerah. Namun, keduanya harus seimbang dan perhitungannya harus akurat,” ujarnya.

Dedi meminta Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, untuk lebih memahami kondisi lingkungan sebelum memberikan izin perubahan penggunaan lahan.

Baca Juga
Prestasi Pramuka Garuda di SMKN 1 Cianjur, Lima Siswa Dikukuhkan
Berita · Berita terkait

BACA JUGA: Ribuan Warga Cianjur Tumpah Ruah Sambut Gubernur Dedi Mulyadi Luncurkan Program “Nyaah Kaindung”

“Jika terjadi longsor dan banjir, akhirnya pemerintah yang harus bertanggung jawab. Oleh karena itu, setiap perubahan harus diperhitungkan dengan cermat,” tutupnya.

Editor: Afsal Muhammad

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Rendy Irawan | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{