Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

1.400 Balita di Cianjur Alami Stunting, Dinkes: Kebanyakan Makanan Instan

Terbit 6 Oct 2022 07:52 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
1.400 Balita di Cianjur Alami Stunting, Dinkes: Kebanyakan Makanan Instan — Cianjur Update
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dr Irvan Nur Fauzy.(Foto: Istimewa)

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur menyebut 1.400 dari 200 ribu balita mengalami stunting. Hal itu terungkap menurut perhitungan aplikasi pencatatan elektronik pelaporan balita berbasis masyarakat.

Hingga kini, Dinkes Cianjur masih menunggu hasil dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) sampai pertengahan Oktober. Kini, status Cianjur masuk ke dalam Locus Stunting yang harus diperhatikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Irvan Nur Fauzy mengatakan, pelaporan kasus stunting saat ini sudah masuk sekitar 90 persen. Menurut data tersebut, sebanyak 7 persen balita di Cianjur alami stunting.

Iklan sevilage

“Berdasarkan data sekitar 1.400 balita mengalami stunting dari 200 ribu balita yang ada di Kabupaten Cianjur, data itu masih kami tunggu sampai 100 persen, karena kalau masih 90 persen takut yang 10 persen itu yang mengalami stunting,” kata dia kepada wartawan, Kamis (6/10/2022).

Baca Juga
Cianjur Karate Championship 2026 Diikuti 1.327 Peserta, Juara Pertama Berpeluang Dapat Beasiswa
Berita · Berita terkait
BACA JUGA: Targetkan Capaian 1,64 Triliun, Dinas Perizinan Gelar Bimtek Kepada Pelaku Usaha di Cianjur

Irvan menilai, kawasan perkotaan adalah posisi rawan penderita stunting. Sebab, masyarakat di perkotaan lebih banyak mengonsumsi makanan instan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan balita.

“Kalau di pelosok sebenarnya lebih mudah mendapatkan makanan yang bergizi dan berprotein, seperti belut, ikan, dan lainnya, tapi kalau di kota kan kebanyakan makanan instan,” terangnya.

Kasus stunting di Kabupaten Cianjur sendiri masuk dalam kasus yang harus diperhatikan. Sebab, hingga sekarang masih banyak kasus dan masuk kategori kedua terendah di Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga
Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB Jabar, Siap Tekan Angka Tidak Sekolah Capai 46 Ribu
Berita · Berita terkait

“Antisipasi kedepannya akan ada locus stunting yang berlokasi di 77 Desa di Kabupaten Cianjur, nanti akan dibuatkan mana saja Wilayah dengan kasus stunting yang banyak,” jelasnya.

Berdasarkan data perhitungan dari survei Status Gizi Indonesia (SSGI) sebelumnya, Kabupaten Cianjur tercatat sebanyak 33,7 persen balita mengalami stunting.

“Tapi posisi sekarang secara real di lapangan memang berada di angka tujuh persen, untuk lebih pastinya kita masih tunggu sampai di bulan november mendatang,” pungkasnya.(afs)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{