Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Semburan Air Bercampur Kerikil Setinggi 20 Meter, Bikin Geger Warga - Site titl

Terbit 5 Sep 2018 11:06 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Semburan Air Bercampur Kerikil Setinggi 20 Meter, Bikin Geger Warga - Site titl — Cianjur Update

Cianjur Update – Di Kampung Cidamar, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, tepat di samping masjid Al Falah fenomena tak biasa dijumpai warga setempat. Semburan air bercampur kerikil setinggi 20 meter menghujani pemukiman di sekitaran masjid, Rabu (05/09/2018) pukul 15.00 WIB.

Salah seorang warga, Ujang Solehudin (40) menjelaskan, semburan air dan batu tersebut sudah berlangsung selama satu jam. Peristiwa ini terjadi, akibat pengeboran tanah yang dilakukan warga untuk pembuatan sumur.

“Saat dibor pada kedalaman 20 meter masih normal. Namun saat mencapai kedalaman 70 meter, tiba tiba air menyembur dengan kuat ke atas, hingga 20 meter ke arah langit,” jelasnya kepada

Baca Juga
TMMD Ke-129, Rumah Warga Cibinong Cianjur Makin Kokoh, Progres Capai 37,6 Persen
Berita · Berita terkait
Iklan sevilage

Ujang mengatakan saat ini warga cemas melihat fenomena tersebut. Pasalnya hal ini tak biasanya terjadi. Dia khawatir, air ini bisa membawa petaka bagi warga.

“Kami khawatir terjadi sesuatu. Sebab bukan hanya air yang muncul ada kerikil batu juga,” tuturnya.

Sementara itu Kapolsek Mande, AKP Faisal membenarkan bahwa di wilayahnya ada fenomena semburan air yang membuat warga merasa khawatir. Namun, tak lama dari kejadian pihaknya yang mengetahui hal ini segera turun ke lokasi untuk memberikan rasa tenang bagi warga.

Baca Juga
Terhimpit Rencana Agrowisata, Warga Ciseureuh Batulawang Cemas Kehilangan Tempat Tinggal dan Masa Depan Anak
Berita · Berita terkait

“Kami pantau semburan ini hanya terjadi selama 45 menit saja. Diawali semburan pada 30 menit, kemudian terjeda dan menyembur lagi selama 15 menit dengan tekanan air yang lebih rendah dari sebelumnya,” ujarnya.

Lanjut Faisal, hal ini biasa terjadi pada kegiatan penggalian sumur bor. Hal ini bisa terjadi, lantaran mata bor menyentuh pada bagian sumber air di bawah tanah.

“Sekarang sudah tidak menyembur lagi. Warga juga sudah kami tenangkan,” pungkasnya.(riz)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{