Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Sebelum Tertabrak KA Siliwangi, Warga Berteriak Tapi Korban Tak Mendengar

Terbit 3 Dec 2019 06:47 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Sebelum Tertabrak KA Siliwangi, Warga Berteriak Tapi Korban Tak Mendengar — Cianjur Update

CIANJURUPDATE.COM, Karangtengah – MM, warga Desa Hegarmanah, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur tewas tertabrak KA Siliwangi di rel dekat fly over Maleber, Selasa (3/12/2019) pagi. Korban yang saat itu duduk di rel diketahui memiliki gangguan dalam pendengaran.

Kapolsek Karangtengah, AKP S Widodo, mengatakan, dari keterangan dari salah seorang anggota keluarga korban, Mamat memiliki gangguan pendengaran. Hal itu terjadi karena pernah jatuh dari ketinggian.

“Jadi korban sebenarnya memiliki gangguan pendengaran. Itu berdasarkan keterangan keluarga. Katanya, dia pernah jatuh dari ketinggian sehingga membuat pendengarannya terganggu,” tuturnya saat ditemui Cianjur Update di Mapolsek Karangtengah, Selasa (03/12/2019).

Baca Juga
Sejalan dengan Semangat Hari Kesaktian Pancasila, PLN Cianjur Hadirkan Kepedulian dan Edukasi Keselamatan bagi Warga Desa Babakankaret
Berita · Berita terkait
Iklan sevilage

Kronologis Tertabrak KA Siliwangi

Widodo menjelaskan, kejadian itu bermula ketika MM pulang dari pasar. Ia pun beristirahat dengan duduk di rel kereta. Tapi kereta hendak melintas, ia tidak mendengar meskipun kereta sudah membunyikan klakson beberapa kali.

Ia pun tak mendengar teriakan warga yang berteriak bahwa ada kereta segera melintas. Naas, MM akhirnya tertabrak kereta api hingga tewas dengan kaki putus.

“Di sana juga ada warga yang bilang minggir. Dia teriak ‘Awas kereta! Awas!’. Tapi, dia kan tidak mendengar, akhirnya tertabrak. Ia terluka di bagian kepala dan kaki kananya putus,” kata dia.

Baca Juga
Dari Sampah Jadi Karya, Warga Sukamanah Cugenang Butuh 2 Bulan Lukis Sosok KDM
Berita · Berita terkait

Widodo menyebut, keluarga korban menolak untuk melakukan otopsi. Namun, pihak kepolisian membawa tim medis dari Puskesmas Karangtengah untuk melakukan pemeriksaan.

“Keluarga menolak untuk melakukan otopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Tapi, kami memanggil pihak puskesmas untuk melakukan pemeriksaan.” pungkasnya.(rez/afs)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{