Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Satgas Cianjur Sesalkan Dugaan Pemukulan di Lingkungan SPPG Kubang: Itu Bukan Cerminan Program MBG

Terbit 15 Apr 2026 10:01 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Satgas Cianjur Sesalkan Dugaan Pemukulan di Lingkungan SPPG Kubang: Itu Bukan Cerminan Program MBG — Cianjur Update
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Cianjur bergerak cepat menindaklanjuti isu viral terkait dugaan keributan hingga pemukulan terhadap seorang warga di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Kubang, Kecamatan Pasirkuda. Foto: Fauzi/ Cianjur Update

CIANJURUPDATE.COM – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Cianjur bergerak cepat menindaklanjuti isu viral terkait dugaan keributan hingga pemukulan terhadap seorang warga di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Kubang, Kecamatan Pasirkuda.

Tim Satgas langsung turun ke lapangan pada Rabu (15/4/2026) untuk melakukan pengecekan faktual sekaligus klarifikasi atas informasi yang beredar luas di media sosial.

Anggota Satgas MBG Kabupaten Cianjur, Firman Edi, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa hasil penelusuran sementara menunjukkan insiden tersebut dipicu oleh miskomunikasi antara seorang warga dengan petugas di lokasi.

Iklan sevilage

“Pada hari ini kami dari tim Satgas MBG bersama unsur terkait, termasuk dari Dinas Pangan, Korwil SPPG, camat, dan kepala desa, melakukan kunjungan langsung untuk mengklarifikasi kejadian yang viral. Dari hasil sementara, kejadian ini dipicu oleh miskomunikasi antara seorang warga dan petugas,” ujarnya kepada wartawan usai kunjungan.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Cianjur menyayangkan terjadinya insiden tersebut, meskipun peristiwa itu tidak mencerminkan kualitas layanan program MBG secara keseluruhan.

Baca Juga
Kapolres Cianjur Beri Penghargaan kepada Warga yang Bantu Ungkap Peredaran Uang Palsu
Berita · Berita terkait

“Pemerintah daerah tentu menyesalkan kejadian ini. Namun perlu ditegaskan bahwa insiden ini tidak merepresentasikan standar layanan program MBG, khususnya di SPPG Desa Kubang,” tegasnya.

Firman menambahkan, program MBG di Kabupaten Cianjur tetap berjalan normal dengan penguatan standar kualitas dan keamanan layanan.

Pemerintah daerah juga akan meningkatkan pembinaan serta pengawasan terhadap seluruh SPPG yang beroperasi.

Selain itu, ia menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait mekanisme pelaporan apabila terdapat keluhan atau ketidakpuasan terhadap layanan.

“Kami mengimbau agar setiap laporan disampaikan melalui mekanisme yang telah ditetapkan, sesuai dengan SOP, dan juga area dalam dapur SPPG itu harus steril. Peran unsur kewilayahan seperti kecamatan dan desa sangat penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” katanya.

Baca Juga
Polres Cianjur Ungkap Peredaran 14,8 Kg Ganja, Nilai Barang Bukti Capai Rp600 Juta
Berita · Berita terkait

Terkait dugaan adanya tindakan kekerasan, Firman menyebutkan bahwa berdasarkan informasi sementara yang dihimpun, tidak ditemukan adanya pemukulan dalam insiden tersebut.

Ia menilai kericuhan yang terjadi lebih disebabkan oleh kesalahpahaman serta kurangnya pemahaman terhadap prosedur operasional standar (SOP) di SPPG.

“Dari informasi yang kami serap, tidak ada pemukulan. Situasi kemarin lebih kepada kekisruhan akibat ketidakpahaman, baik dari masyarakat maupun petugas. Ini menjadi catatan penting untuk perbaikan ke depan,” jelasnya.

Meski demikian, ia menyampaikan bahwa laporan terkait insiden tersebut telah masuk ke pihak kepolisian dan akan diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Pihaknya juga berharap penyelesaian dapat ditempuh melalui jalur mediasi.

“Informasi yang kami terima, hari ini ada pemanggilan pihak pelapor dan terlapor di Polsek Tanggeung untuk proses mediasi. Kami berharap ada solusi terbaik bagi semua pihak,” tambahnya.

Baca Juga
Disdikpora Cianjur Klarifikasi Status Dua Remaja Terduga Tawuran: Bukan Lagi Siswa SMP
Berita · Berita terkait

Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Cianjur, Sirojudin, menyatakan pihaknya masih menunggu hasil mediasi sebelum mengambil langkah lanjutan.

“Kami menunggu hasil mediasi yang dijadwalkan siang ini. Setelah itu, baru kami bisa menyampaikan langkah selanjutnya,” singkatnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sirojudin juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini jumlah SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Cianjur mencapai 307 unit. Sementara total yang telah terdaftar sebanyak 343 unit.

Pemerintah Kabupaten Cianjur berharap kejadian ini menjadi evaluasi bersama agar pelaksanaan program MBG sebagai program nasional dapat berjalan optimal, transparan, dan sesuai dengan tujuan meningkatkan gizi masyarakat.***

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Fauzi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{