Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Bisnis & UMKM

Produksi Beras dan Jagung Indonesia 2025 Dipastikan Surplus, Peluang Ekspor Terbuka Lebar

Terbit 24 Jan 2025 01:57 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Produksi Beras dan Jagung Indonesia 2025 Dipastikan Surplus, Peluang Ekspor Terbuka Lebar — Cianjur Update
Produksi beras dan jagung Indonesia 2025 dipastikan surplus, bahkan membuka peluang ekspor. (Foto: Pinterest/asiasociety.com)

Produksi beras dan jagung Indonesia tahun 2025 dipastikan melampaui kebutuhan nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan langkah ini sebagai upaya mengurangi impor dan memperkuat swasembada pangan.

“Kita impor hasil pertanian 30 juta ton setiap tahun. Saya dimaki-maki, disebut tukang impor,” ujarnya dilansir kompas.tv, Jumat (24/1/2025).

Iklan sevilage

Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menyebut larangan impor adalah tindak lanjut arahan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Baca Juga
Perkembangan Hyperliquid Sepekan Terakhir: Regulasi hingga Minat Institusi Jadi Sorotan
Bisnis & UMKM · Berita terkait

Presiden meminta prioritas pada kerja keras dan usaha maksimal sebelum memilih impor.

“Presiden perintah, kerja dulu, usaha dulu, mati-matian. Jangan sedikit-sedikit impor,” tegas Zulhas.

Menurut Zulhas, produksi beras dan jagung Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan.

Produksi gabah pada 2024 mencapai 53 juta ton, sedangkan kebutuhan domestik hanya 31 juta ton.

Baca Juga
Tumbuhkan UMKM yang Berdaya, Srikandi PLN dan YBM UP3 Cianjur Salurkan Bantuan Gerobak Usaha
Bisnis & UMKM · Berita terkait

Jagung bahkan diproyeksikan mencapai 20 juta ton, melampaui konsumsi dalam negeri sebesar 11 juta ton.

“Jagung ini sebagian harus diekspor. Kalau harga turun anjlok, tahun depan produksi bisa turun,” ujarnya.

Selain itu, ia menyoroti dua langkah utama untuk mencapai swasembada pangan, yaitu optimalisasi lahan dan pembangunan food estate.

Zulhas menepis anggapan bahwa food estate gagal dengan menjelaskan prosesnya membutuhkan riset dan survei mendalam.

Baca Juga
Perkembangan Hyperliquid Sepekan Terakhir: Regulasi hingga Minat Institusi Jadi Sorotan
Bisnis & UMKM · Berita terkait

“Orang bilang food estate gagal. Mana bisa hari ini tanam, besok panen. Semua butuh waktu,” jelasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan kenaikan produksi pangan awal tahun ini.

Januari naik 50 persen, Februari 49 persen, dan Maret 51 persen dibandingkan tahun lalu.

Dengan surplus produksi beras dan jagung Indonesia, Zulhas optimistis tidak hanya mencukupi kebutuhan domestik, tetapi juga mampu membuka peluang ekspor hasil pertanian.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{