Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Pasar Hewan di Malang Ditutup Pemerintah, Warga Protes Akan Kebijakan Tersebut

Terbit 21 May 2022 03:10 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Pasar Hewan di Malang Ditutup Pemerintah, Warga Protes Akan Kebijakan Tersebut — Cianjur Update

, – Ratusan para pedagang di kecamatan Gondanglegi, kabupaten Malang melakukan aksi protes kepada pemerintah setempat terkait kebijakannya mengenai penutupan pasar hewan yang berada disana. Proses unjuk rasa tersebut didasari karena kerugian harga jika pasar masih belum dibuka oleh pihak kecamatan.

“Rugine akeh mas, koyo tebone, katule, prawate, iki ngerugekne geden mas (Ruginya banyak mas, seperti makanannya, minumannya, dan perawat sapinya. Ini merugikan besar mas)” (Edi Slamet, Pedagang sapi)

Diduga penutupan tersebut didasari karena surat kebijakan yang dikeluarkan oleh bupati malang Drs. H. M. Sanusi terhitung sejak tanggal 12 Mei kemarin. Dalam surat kebijakan tersebut berisi perintah penutupan pasar hewan di kecamatan Gondanglegi dikarenakan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK)

Baca Juga
Dari Sampah Jadi Karya, Warga Sukamanah Cugenang Butuh 2 Bulan Lukis Sosok KDM
Berita · Berita terkait
Iklan sevilage

Sekitar 300 sapi di pasar tersebut suspek PMK, dikhawatirkan penyakit tersebut menular mengingat banyaknya sapi yang lain disertai dengan interaksi yang luas. Pihak kecamatan Gondanglegi juga mengajukan masalah tersebut kepada dinas peternakan setempat. Hal ini dikarenakan tuntutan warga disana.

“Terkait masalah ini kami menyerahkan urusan kepada dinas peternakan. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan dari pasar mengenai harga yang akan turun jika tidak segera dibuka, kami memutuskan untuk tetap menutup pasar hewan tersebut karena selain berdasarkan surat kebijakan dari bapak bupati kami juga mendapatkan sebuah saran dari dinas peternakan. Menurut mereka pasar akan dibuka ketika kondisi sapi memenuhi syarat yang diajukan dinas. Seperti dari segi kesehatan mulut dan kuku. Kami lihat beberapa diantaranya masih belum memenuhi syarat. Tetapi tenang saja, kalau sudah memenuhi syarat akan dibuka, pasti dibuka. Namun selama syarat tersebut belum terpenuhi kami akan masih menutup bukan tanpa alasan. Karena jika tidak, pertemuan dan interaksi sapi secara besar-besaran ini akan dapat memengaruhi kesehatan sapi secara menyeluruh” (Prestiya Yurika, camat Gondanglegi)

Beberapa warga yang masih kesal dengan kebijakan tersebut terpaksa menuruti keputusan pemerintah. Protes mereka tidak membuahkan hasil, namun dengan hal itu mampu meminimalisasi penularan PMK pada hewan. (red)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{