Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Menteri Wihaji Pastikan Program MBG 3B Berjalan di Cipanas, Soroti Edukasi KB dan Penanganan KRS

Terbit 5 Mar 2026 07:36 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Menteri Wihaji Pastikan Program MBG 3B Berjalan di Cipanas, Soroti Edukasi KB dan Penanganan KRS — Cianjur Update
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, memberikan keterangan kepada awak media saat kunjungan kerja meninjau keluarga berisiko stunting (KRS) sekaligus memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Foto: Fauzi/Cianjur Update

CIANJURUPDATE.COM – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Cianjur dengan menyambangi dua keluarga di Kecamatan Cipanas, pada Rabu (4/3/26).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus 3B, yakni ibu menyusui, ibu hamil, dan balita non-PAUD.

Wihaji mengatakan, kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden yang menugaskan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga untuk membantu pendistribusian MBG khusus 3B, sekaligus melakukan evaluasi dan edukasi di lapangan.

Iklan sevilage

“Hari ini saya melaksanakan kunjungan kerja ke dua rumah di Cianjur. Setelah ini kami juga bertemu dengan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Saya ingin memastikan program MBG khusus 3B di Cipanas sudah berjalan dengan baik,” ujar Wihaji.

Baca Juga
Bulog Cianjur Pastikan Minyakita Bantuan Pangan Aman dari Kontaminasi Solar
Berita · Berita terkait

Dalam peninjauan tersebut, ia memastikan distribusi MBG tetap berjalan meski di bulan Ramadan, dengan menu yang disesuaikan dalam bentuk makanan kering. Ia juga mengecek langsung pelaksanaan di lapangan, termasuk berdialog dengan warga penerima manfaat.

Menurutnya, program MBG 3B di Cipanas telah terlaksana dengan baik. Ia juga mengapresiasi kinerja SPPG dan para TPK yang mendistribusikan bantuan hingga berjalan kaki ke rumah-rumah warga. Para TPK, lanjutnya, juga telah menerima insentif sesuai keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) bersama kementeriannya terkait pembiayaan.

“Alhamdulillah, para TPK sudah bekerja maksimal dan insentifnya juga sudah diterima. Mereka menjalankan tugas negara sambil berolahraga karena banyak yang berjalan kaki,” katanya.

Secara nasional, Wihaji menyebutkan bahwa program MBG telah menjangkau 6,2 juta penerima manfaat setiap hari dengan melibatkan sekitar 52 ribu TPK di seluruh Indonesia. Meski belum menjangkau seluruh pelosok, pemerintah menargetkan distribusi akan terus diperluas.

Baca Juga
Truk Tangki Pertamina Bermuatan 24 Ribu Liter Pertalite Terbakar di Warungkondang, Polisi Pastikan Tak Ada Korban
Berita · Berita terkait

Dalam kunjungan tersebut, Wihaji menyambangi dua keluarga berisiko stunting (KRS). Keluarga pertama memiliki tiga anak, sementara keluarga kedua memiliki lima anak dan balita. Ia menyoroti beberapa faktor penyebab stunting, yakni asupan gizi, sanitasi, akses air bersih, dan pernikahan dini.

“Di Cianjur angka stunting sudah lumayan, sekitar 7 persen, di bawah nasional. Tapi tetap harus kita intervensi. Dari empat penyebab utama stunting, di sini yang terlihat adalah faktor ekonomi, sanitasi, dan perencanaan keluarga,” jelasnya.

Ia mencontohkan salah satu rumah yang dikunjungi memiliki kondisi MCK menyatu dengan dapur serta ruang terbuka yang kurang layak. Pemerintah, kata dia, akan memberikan bantuan renovasi rumah senilai sekitar Rp25 juta, bahkan bisa mencapai Rp50 juta sesuai kebutuhan.

“Ini bagian dari kehadiran pemerintah untuk membantu keluarga risiko stunting. Tidak semua bisa langsung dibantu, tapi kita mulai dari prioritas dan super prioritas. Menyelamatkan satu orang sama dengan menyelamatkan satu generasi,” tegasnya.

Baca Juga
Perkuat Sinergisitas Antar-APH, Polres dan Kejari Cianjur Bahas Penanganan Anak Bawa Senjata Tajam
Berita · Berita terkait

Selain itu, Wihaji juga menyoroti pentingnya edukasi keluarga berencana (KB). Ia menemukan beberapa kasus kelahiran yang tidak direncanakan akibat kegagalan penggunaan kontrasepsi pil.

“Perlu edukasi lebih lanjut. KB bukan semata soal kontrasepsi, tetapi bagaimana merencanakan keluarga agar anak-anak yang lahir bisa ditata dengan baik, mendapatkan pendidikan, dan kehidupan yang layak,” ungkapnya.

Ia berharap melalui penguatan program KB dan intervensi terpadu, kualitas keluarga di Cianjur dapat terus meningkat, sehingga anak-anak yang saat ini belum bersekolah bisa mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik ke depannya.***

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Fauzi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{