Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Kolaborasi dengan Alumni HMI dan KNPI, Rumah Idea Selenggarakan Bedah Buku

Terbit 21 Apr 2021 03:33 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Kolaborasi dengan Alumni HMI dan KNPI, Rumah Idea Selenggarakan Bedah Buku — Cianjur Update

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Rumah Idea menyelenggarakan bedah buku “Pembaharuan Pemikiran Pendidikan Paulo Freire” yang berkolaborasi dengan KNPI Cianjur dan Alumni HMI yang tergabung dalam DEMAGOGS.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 30 orang ini berlangsung di Ghiyas Coffee Shop pada Selasa (20/4/2021).

Para peserta ini berasal dari berbagai latar belakang seperti aktivis mahasiswa, pengajar, politisi, budayawan, seniman, dan umum.

Iklan sevilage

Jalannya bedah buku ini diisi oleh dua narasumber,
dipandu oleh M Fajar Firdaus (Sekretaris DPD KNPI Cianjur) sebagai moderator.

Baca Juga
Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB Jabar, Siap Tekan Angka Tidak Sekolah Capai 46 Ribu
Berita · Berita terkait

Kedua narasumber tersebut yaitu Hilman Wahyudi (Pegiat Kajian Filsafat & Kebudayaan sekaligus Punggawa dari Rumah Idea) dan Mi’raj Dodi Kurniawan (Penulis Buku Pembaharuan Pemikiran dan Pendidikan Paulo Freire).

Di awal acara, Hilman sebagai pembedah memulai bahasan dari sejarah perkembangan pendidikan dunia hingga analisis kondisi pendidikan teraktual di negara negara dunia ketiga dengan pemikirian Paulo Freire sebagai pisau analisisnya.

Hilman menguraikan dengan cukup lugas apa yang menjadi ide dasar pendidikan berbasis kesadaran ala Paulo Freire.

Baca Juga
Sejalan dengan Semangat Hari Kesaktian Pancasila, PLN Cianjur Hadirkan Kepedulian dan Edukasi Keselamatan bagi Warga Desa Babakankaret
Berita · Berita terkait

Kemudian dijelaskan lebih gamblang oleh Mi’raj Dodi Kurniawan sebagai penulis bukunya langsung, yaitu pendidikan selalu didasarkan pada kesadaran manusia.

Meliputi tiga aspek yaitu kesadaran naif (naival consciousness) yang melihat bahwasannya aspek manusia sebagai akar penyebab masalah. Kesadaran magic (magic consciousness) berupa kesadaran masyarakat yang tidak mampu melihat adanya kaitan satu faktor dengan faktor yang lain. Kesadaran kritis (critical consciousness) yaitu kesadaran yang lebih melihat sistem sebagai sumber masalah.

Banyak Pertanyaan di Bedah Buku Rumah Idea

Untuk mencapai semua kesadaran ini dibutuhkan pendidikan kritis yang berbasis pada realitas sosial. Bukan merupakan pendidikan ‘gaya bank’ yang akan menjadikan murid sebagai robot yang tidak mengerti akan realitas sosial yang dihadapinya.

Baca Juga
Indonesia Tourism & MICE Outlook, Pengelola Kebun Raya Serukan Kolaborasi PPP Perkuat Pariwisata 2027
Berita · Berita terkait

Pendidikan yang mampu melakukan refleksi kritis terhadap ‘ideologi dominan’ yang berlaku di dalam masyarakat, menantang sistem yang tidak adil, dan memikirkan sistem alternative ke arah transformasi sosial menuju masyarakat yang adil.

Dalam kegiatan tersebut juga bermunculan pertanyaan pertanyaan dari para peserta berkaitan dengan pendidikan paradigmatik, yang mampu mengurai persoalan pendidikan.

Ke depan, Rumah Idea sebagai rumah bagi para cendikiawan yang concern dalam mewadahi ide-ide pembaharuan dan progresif bisa menjadi motor penggerak bagi terbentuknya sebuah tatanan sosial masyarakat yang kritis lebih baik.(rez)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{