Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Kemenag Tegaskan Soal Pungutan MAN 1 Cianjur, Kasie Penmad: Kalau Dipatok Gak Apa, Yang Tak Mampu Harus Gratis!

Terbit 10 Sep 2024 05:15 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Kemenag Tegaskan Soal Pungutan MAN 1 Cianjur, Kasie Penmad: Kalau Dipatok Gak Apa, Yang Tak Mampu Harus Gratis! — Cianjur Update
Kantor Kemenag Cianjur

– Kementrian Agama Kabupaten Cianjur, menegaskan soal pungutan atau sumbangan yang dilakukan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Cianjur, untuk membangun gedung boarding school saat ini.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Cianjur, Hamdan menegaskan bahwa pungutan atau sumbangan itu bersifat sukarela, namun jika memang sudah ditetapkan besarannya (dipatok) itu diperbolehkan, hanya saja sudah kesepakatan bersama antara komite sebagai wakil orang tua siswa dan pihak orang tua.

“Jadi kalau sumbangan itu dipatok itu tidak apa, yang tidak mampu, harus gratis,” tegasnya saat dihubungi Cianjur Update, Selasa 10/9/2024).

Iklan sevilage

Hamdan juga mencontohkan, program sumbangan yang dilakukan komite sekolah lain, untuk membantu membangun masjid dan sarana prasarana yang berkaitan dengan sekolah atau madrasah.

“Contoh saja di MAN 2 Cianjur itu juga pihak komite bersepakat dengan orang tua siswa menggalang dana untuk pembangunan masjid. Termasuk di MAN 1 Cianjur juga sekarang sudah mulai berjalan pembangunan boarding school nya sekitar empat ruangan,” papar Hamdan.

Baca Juga
BPIP Bentuk Relawan Gerakan Kebijakan Pancasila di Cianjur, Tekankan Penguatan Moral
Berita · Berita terkait

Sementara itu, menurut Pasal 10 dan 11 PMA 16 tahun 2020, mengatur bahwa dalam menyelenggarakan fungsinya, Komite Madrasah dapat melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan dalam bentuk bantuan dan/atau sumbangan. Bantuan dapat bersumber dari pemerintah, pemerintah daerah, pelaku usaha, badan usaha, dan/atau lembaga non pemerintah.

Di sisi lain, sebelumnya telah diterbitkan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Cianjur memungut biaya Rp 3.500.000 kepada orang tua siswa untuk membangun Boarding School.

Humas MAN 1 Cianjur, Rahman Jaenudin atau akrab disapa Raja, mengatakan ada program kebutuhan untuk kebutuhan fisik dan sudah disepakati oleh komite, serta orang tua siswa.

“Kita ngajukan ke komite, komite rapat sesuai prosedur, kemudian dirapatkan, dan itu hasil kesepakatan besarannya Rp. 3.500.000,” ujar dia, Jum’at (06/09/2024)

Baca Juga
Golkar Cianjur Dorong Inovasi BUMD: Penyertaan Modal Harus Tingkatkan PAD
Berita · Berita terkait

Lebih lanjut, ia pun menegaskan bahwa nilai sumbangan ditentukan oleh sekolah atau komite bukan sifatnya sukarela.

“Bukan sukarela orang tua siswa, alasannya karena orang tua sepakat dan disetujui oleh komite, sementara dari saya segitu aja pak,” tuturnya.

Terpisah, salah seorang orang tua siswa kelas X menuturkan, bahwa ada beberapa orang tua setelah mengikuti rapat bersama komite dan pihak sekolah, yang merasa cukup keberatan dengan besaran pungutan atau sumbangan senilai Rp 3,5 juta per siswa. Meskipun peruntukannya demi kepentingan sekolah dalam membangun gedung boarding school.

“Ya ada juga setelah rapat itu yang mengeluhkan, bahwa kalau sumbangan dipatok segitu kan ada yang mampu atau tidak. Kalau sendiri, jika memang wajib segitu, paling dicicil saja. Meski cukup berat juga dengan nilainya,” ucap dia.

Adapun rincian biaya sumbangan senilai Rp 3.500.000 itu, tidak termasuk dengan SPP sebesar Rp 200.000, dan psikotes senilai Rp 150.000.

Baca Juga
Prestasi Pramuka Garuda di SMKN 1 Cianjur, Lima Siswa Dikukuhkan
Berita · Berita terkait

“Jadi untuk pembayaran pertama itu infak Rp 2.000.000, SPP 2 bulan Rp 400.000, psikotes Rp 150.000, dan sisa pembayaran (infak) dari nilai Rp 3,5 juta itu dapat dicicil sampai September 2024,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Cianjur, Erma Sopiah mengaku, bahwa sumbangan atau pungutan yang bersifat infaq itu telah disepakati bersama. Bahkan menurutnya, infaq yang diberikan orang tua siswa itu merupakan satu hal yang positif. Dimana orang tua bisa sama-sama berkontribusi demi dunia pendidikan, dan amal bagi masa depan.

“Infaq itu kan seperti sedekah. Ya itung-itung sebagai amal baik kita juga. Terlebih di masa jabatan saya ini, saya ingin di kemudian hari, ada bukti dedikasi saya selama di MAN 1 Cianjur ini,” kata Erma saat ditemui beberapa waktu lalu di sekolah.

“Lagian kalau memang ada yang keberatan, padahal datang dan sampaikan saja langsung ke sekolah. Jangan ke pihak lain, kalau memang belum mampu memberi sumbangan, kami gak maksa juga harus langsung bayar. Bisa berapa aja dulu, bisa dicicil,” tutur dia. (*)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Dadan Suherman | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{