Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Dinkes Ungkap Alasan Cianjur Naik ke PPKM Level 4

Terbit 24 Aug 2021 11:13 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Dinkes Ungkap Alasan Cianjur Naik ke PPKM Level 4 — Cianjur Update

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur angkat bicara soal kenaikan PPKM level 4 di Kabupaten Cianjur. Hal ini disebabkan adanya cleansing atau penyatuan data Covid-19 di aplikasi Pikobar dan New All Record (NAR).

Plt Kepala Dinkes Cianjur dr Irvan Nur Fauzy menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan Pemerintah Pusat sudah menyampaikan cleansing data Jabar berkali-kali dan disambut baik.

“Jadi data NAR diperbaiki karena kasus aktifnya terlalu banyak masa aktif terus menerus, ternyata ada yang sembuh dan meninggal tapi tak terlaporkan,” kata dia kepada wartawan, Selasa (24/8/2021).

Iklan sevilage

Akan tetapi, Irvan mengungkapkan, Pemprov Jabar mengambil pilihan yang lebih ekstrim yaitu data dari Pikobar dimasukan ke NAR. Inilah yang membuat data di Cianjur seakan-akan tinggi.

Baca Juga
120 Becak Listrik Bantuan Presiden Segera Disalurkan kepada Pembecak di Cianjur
Berita · Berita terkait

“Jadinya Jomplang. NAR itu basis datanya dari semua laboratorium yang direkomenasikan Kemenkes, kalau Pikobar datanya dari semua faskes, jadi angkanya lebih banyak dan sekarang digabungin,” ungkapnya.

Sebetulnya, lanjut Irvan, Pemprov Jabar sudah menyampaikan kepada Pemerintah Pusat agar cleansing data tersebut tidak dijadikan indikator level PPKM.

“Maksudnya diputihkan dulu, cuman pusat tetap menjadikan ini sebagai penentu level,” tuturnya.

Padahal, Irvan menilai, angka yang ada dalam data hasil cleansing itu adalah angka lama bukan kasus yang baru-baru terjadi.

Baca Juga
Pohon Tumbang Timpa 2 Motor di Jalan Raya Bandung-Cianjur, 3 Orang Terluka
Berita · Berita terkait

“Jadi data yang lama di Pikobar dicatet kemudian dimasukin ke NAR. Kenapa di NAR tidak dicatet pada saat itu, karena pada saat inputnya bukan laboratorium atau rumah sakit yang punya akun NAR tapi Pikobar,” jelas Irvan.

Irvan mengungkapkan, pemberlakuan data NAR sudah dilakukan sejak beberapa waktu yang lalu dan sudah ada beberapa versi NAR. Sejak awal, pihaknya memang menggunakan NAR yang fokusnya dari hasil PCR.

“Kalau input data sendiri rutin, di Pikobar lebih rutin lagi makanya jauh lebih tinggi,” tandasnya.(afs/rez)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{