Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Deden Nasihin Murka Usai Ditolak Jadi Pemateri Lokakarya KKN di Sukaresmi: Itu Alasannya Tidak Logis

Terbit 30 Jul 2024 06:02 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Deden Nasihin Murka Usai Ditolak Jadi Pemateri Lokakarya KKN di Sukaresmi: Itu Alasannya Tidak Logis — Cianjur Update
Wakil Ketua DPRD Cianjur Deden Nasihin

– Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Cianjur, Deden Nasihin, bereaksi keras menyusul penolakan dirinya sebagai pemateri dalam lokakarya yang diadakan di Kecamatan Sukaresmi.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi panitia lokakarya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur dengan pihak Kecamatan Sukaresmi, Sabtu, 27 Juli 2024.

Rapat yang dihadiri oleh ketua dan sekretaris lokakarya tersebut menghasilkan beberapa keputusan penting, salah satunya adalah pembatalan Deden Nasihin sebagai pemateri karena tidak diterima oleh pihak Kecamatan Sukaresmi.

Iklan sevilage

Penolakan terhadap Nasihin sebagai pemateri memunculkan reaksi keras dari Wakil Ketua DPRD Cianjur tersebut.

Deden menegaskan bahwa tindakan aparat kecamatan tersebut tidak mencerminkan semangat demokrasi yang seharusnya melindungi hak-hak sipil, termasuk kebebasan berpendapat, berserikat, dan berkumpul.

Baca Juga
Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB Jabar, Siap Tekan Angka Tidak Sekolah Capai 46 Ribu
Berita · Berita terkait

“Ini adalah kebenaran sebuah demokrasi, di mana hak sipil sangat sangat dilindungi oleh undang-undang, terutama kebebasan berpendapat, kebebasan berserikat, dan kebebasan untuk berkumpul. Penolakan seperti ini menunjukkan bahwa aparat Kecamatan Sukaresmi tidak mencerminkan sikap pemerintah yang demokratis,” ujar Deden.

Deden menilai bahwa penolakan tersebut, jika ditarik ke ranah politik, merupakan penghinaan terhadap institusi DPRD. “Saya sebagai wakil ketua DPRD Cianjur ditolak oleh pihak kecamatan dengan alasan Pilkada. Ini sangat tidak elok. Ini adalah penghinaan terhadap akademisi dan intelektual. Dan yang kedua, ini adalah penghinaan terhadap institusi DPRD,” tegasnya.

Meskipun demikian, Deden tetap menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa dan pihak-pihak yang telah mengundangnya. “Walaupun acara tidak jadi, saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa yang sudah memfasilitasi sharing dan berbagi ilmu dengan saya bersama masyarakat Sukaresmi,” ucapnya.

Lebih lanjut, Deden menekankan pentingnya kesempatan tersebut bagi masyarakat Sukaresmi untuk bertemu dengan wakil mereka dalam kapasitas sebagai wakil rakyat.

“Aparat Kecamatan Sukaresmi seharusnya merasa bersyukur karena difasilitasi oleh mahasiswa KKN untuk bertemu dengan saya. Baik sebagai wakil ketua DPRD Cianjur maupun anggota DPRD provinsi terpilih,” bebernya.

Baca Juga
Empat Orang Tewas dan Dua Kritis Usai Konsumsi Miras Oplosan di Cibeber Cianjur
Berita · Berita terkait

Deden berharap agar aparat Kecamatan Sukaresmi dapat lebih menghargai upaya mahasiswa dalam memfasilitasi pertemuan antara wakil rakyat dan konstituennya.

“Artinya akan banyak manfaat untuk masyarakat Kecamatan Sukaresmi, bisa berdialog, curah gagasan, dan berdiskusi berbagai hal terkait kepentingan masyarakat Sukaresmi,” katanya.

Selain itu, Deden menegaskan bahwa pihaknya berencana memanggil Camat Sukaresmi ke kantor DPRD guna meminta klarifikasi atas keputusan yang dianggapnya tidak logis tersebut.

“Alasannya tidak logis karena mengingat mengaitkan dengan Pilkada justru jika saya dipandang sebagai calon bupati, ini kesempatan bagi masyarakat Sukaresmi untuk menilai saya jangan kemudian masyarakat seperti membeli kucing dalam karung,” tambahnya.

Deden juga menyoroti indikasi ketidaknetralan aparat Kecamatan Sukaresmi. Menurutnya, jika memang musim Pilkada, hal ini seharusnya tidak menjadi masalah karena forum tersebut bersifat ilmiah, bukan kampanye.

Baca Juga
Dari Sampah Jadi Karya, Warga Sukamanah Cugenang Butuh 2 Bulan Lukis Sosok KDM
Berita · Berita terkait

“Posisi saya juga sebagai narasumber, bukan kapasitas sebagai calon bupati. Pilkada saja belum dimulai,” tegasnya.

Keputusan penolakan terhadap Deden Nasihin sebagai pembicara memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat, mengingat posisinya sebagai Wakil Ketua DPRD dan bakal calon bupati Cianjur pada Pilkada yang akan digelar serentak akhir November 2024 mendatang.

Terpisah, Camat Sukaresmi Latif Ridwan saat dikonfirmasi membantah bahwa dirinya menolak kehadiran pimpinan DPRD tersebut sebagai pemateri dalam lokakarya.

“Saya tidak tahu, dan tidak mengetahui adanya kegiatan itu,” kata Latif saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (30/7/2024).

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Dadan Suherman | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{