Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Bunga Bangkai di Taman Cibodas Mekar, Tingginya 281 Sentimeter

Terbit 4 Mar 2019 11:39 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Bunga Bangkai di Taman Cibodas Mekar, Tingginya 281 Sentimeter — Cianjur Update
Foto: M Reza Fauzie/Cianjurtoday.com

CIANJURUPDATE.COM, Cipanas – Salah satu koleksi bunga bangkai Amorphophallus titanum Becc di Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya taman Cibodas LIPI mekar pada Senin (4/3/2019) dini hari. Kuncup bunga pertama mulai muncul di akhir Januari.

Dari pemantauan terakhir, tinggi bunga mencapai 281 sentimeter dengan lebar spata mencapai 124,4 sentimeter. Saat ini di Kebun Raya Cibodas ada 14 spesimen bunga bangkai.

“Sebanyak sepuluh individu berasal dari biji pohon induk, sedangkan satu individu didapat dari hasil kegiatan eksplorasi di Sungai Manau, Taman Nasional Gunung Kerinci Seblat, Sumatera Barat,” kata Destri, Peneliti Bungai Bangkai Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas LIPI.

Iklan sevilage

Ia menjelaskan, bunga bangkai memerlukan waktu relatif lama untuk satu kali pembungaan. “Perlu empat tahun untuk sekali pembungaan,” jelasnya.

Baca Juga
Musim Mekar Sakura Tiba, Kebun Raya Cibodas Suguhkan Panorama Memikat
Berita · Berita terkait

Dirinya menjelaskan, bunga bangkai memiliki tiga fase siklus hidup yang terdiri dari fase vegetatif atau daun, fase dorman (istirahat), dan fase generatif (berbunga).

“Amorphophallus titanum memerlukan penyerbukan silang untuk membentuk biji, karena saat masak bunga betina dan jantan tidak sama, sedangkan bunga betina dan bunga jantan masak atau siap melakukan penyerbukan hanya dalam satu malam,” tambah Destri.

Amorphophallus titanum sendiri masuk dalam kategori tumbuhan langka berdasarkan klasifikasi dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan keberadaannya dilindungi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999.

Baca Juga
Viral Jukir Liar Pungut Uang dan Larang Wisatawan Asing ke Cibodas, Bupati Cianjur Instruksikan Penindakan
Berita · Berita terkait

“Jarangnya tumbuhan ini berbunga dan semakin jarangnya tumbuhan ini ditemukan di alam, menyebabkan kesempatan bunga ini untuk melakukan penyerbukan semakin kecil,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan, berdasarkan Poerba dan Yuzammi (2008), kelestarian tanaman ini memerlukan bantuan manusia dalam bentuk pembibitan massal dan cepat, misalnya kultur jaringan, dan diikuti reintroduksi di alam.

“Keberadaan jenis ini di Kebun Raya Cibodas sangat penting bagi upaya pelestarian, penelitian dan pengetahuan masyarakat luas,” pungkasnya. (Rez)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{