Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Angka Gizi Buruk di Cianjur Tinggi, Komisi D: Dinkes Harus Dievaluasi!

Terbit 9 Jun 2021 05:52 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Angka Gizi Buruk di Cianjur Tinggi, Komisi D: Dinkes Harus Dievaluasi! — Cianjur Update
TINGGI: Tingginya angka gizi buruk di Cianjur mendapat sorotan dari DPRD Kabupaten Cianjur. (Foto: Istimewa)

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak terhadap kehidupan masyarakat saja, namun juga pada tingginya kasus gizi buruk di Kabupaten Cianjur.

Melansir data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, kasus gizi buruk di Cianjur terus mengalami kenaikan sejak tiga tahun terakhir.

Di 2019 saja, ada 93 temuan kasus. Tahun 2020 terjadi peningkatan menjadi 153 kasus, dan terakhir di 2021 periode Januari-Mei sudah ada sebanyak 43 kasus. Sehingga dalam kurun waktu tiga tahun sudah ada 289 kasus gizi buruk.

Iklan sevilage

Kejadian tersebut mendapat sorotan dari Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur, Dede Badri. Pihaknya meminta kepada Bupati Cianjur, Herman Suherman agar bisa memberikan perhatian khusus terhadap perbaikan gizi bayi dan balita di Cianjur.

Baca Juga
120 Becak Listrik Bantuan Presiden Segera Disalurkan kepada Pembecak di Cianjur
Berita · Berita terkait

“Ini menjadi perhatian kita semua, di tengah pandemi ini, masyarakat turut kesulitan untuk memenuhi gizi terhadap anaknya. Sehingga adanya kenaikan gizi buruk di Cianjur, ini sangat memprihatinkan,” kata dia kepada wartawan, Rabu (9/6/2021).

Selain itu, kata dia, pihaknya meminta agar Dinkes Cianjur dievaluasi karena dinilai lamban dalam penanganan gizi buruk.

Seharusnya, tambahnya, dinas terkait lebih proaktif dan gerak cepat dalam penanganan gizi buruk ini.

Baca Juga
Pohon Tumbang Timpa 2 Motor di Jalan Raya Bandung-Cianjur, 3 Orang Terluka
Berita · Berita terkait

“Ini namanya paradoks kapitalisme. Di saat hasil produksi melimpah ruah, pada saat yang sama kemampuan mengakses kebutuhan pokok masih terbatas. Tingginya angga gizi buruk bisa menjadi indikasi sebagai lebarnya ketimpangan ekonomi di masyarakat, tegasnya.

Dirinya menilai, kondisi tersebut makin parah dengan retribusi kekayaan yang tidak berjalan degan lancar. Sementara intervensi pemerintah seperti subsidi, bansos, dan lainnya masih menyisakan PR dalam soal akurasi data dan nominal yang layak masyarakat terima.

“Cianjur kan kekayaan alamnya sangat melimpah ruah, apalagi beras. Pasti ini jadi pertanyaan besar bagi kita semua mengapa angka gizi buruk bisa sampai meningkat seperti itu? Tentunya harus segera kita tangani bersama,” tutupnya.(afs/sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{