Viral Keributan di Puncak Pass, Polisi Sebut Dipicu Kecelakaan Saat Mobil Diduga Dikejar Matel
CIANJURUPDATE.COM – Sebuah video yang memperlihatkan keributan di kawasan Puncak Pass Seger Alam, perbatasan Cianjur-Bogor, viral di media sosial pada Senin sore (11/5/2026). Pihak kepolisian memastikan insiden tersebut dipicu oleh kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan roda empat (R4) dan roda dua (R2).
Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi menjelaskan bahwa setelah dilakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara (TKP) oleh personel Piket BM Bripka Topan, diketahui peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, Muhammad Alpar yang merupakan seorang pedagang bakso cuanki, aksi kejar-kejaran sudah bermula sejak dari wilayah Cimory. Pengemudi kendaraan R4 tersebut diduga tengah dikejar oleh sejumlah orang yang diidentifikasi sebagai pihak penagih utang atau mata elang (matel).
BACA JUGA: Heboh! Video Viral Duel 'Gladiator' Pelajar di Cianjur, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
Saat mendekati wilayah Puncak Pass, pengemudi R4 yang merasa panik kehilangan kendali hingga menabrak pengendara sepeda motor (R2) yang berada tepat di depannya. Insiden tabrakan inilah yang kemudian memicu keributan dan aksi pelemparan terhadap kendaraan R4 tersebut oleh massa di lokasi.
AKP Aang menyatakan bahwa keributan antara pengemudi mobil dan pengendara motor yang tertabrak tidak berlangsung lama. Kedua belah pihak dilaporkan sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara musyawarah.
“Selanjutnya kedua belah pihak berusaha melakukan musyawarah di warung-warung sekitar wilayah Puncak Pass, dan setelah situasi kondusif pihak terkait kembali ke arah Bogor,” ujar AKP Aang mengonfirmasi laporan dari personel di lapangan, Selasa (12/5/2026).
Meskipun video kejadian tersebut sempat memicu kegaduhan di jagat maya, kepolisian memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan resmi yang masuk ke Polres Cianjur terkait kerugian materiil maupun penganiayaan.
“Sampai skrg gak ada yg laporan ke kami,” pungkasnya.***






