Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Sudah Ada Dua Kasus Gay Cabul dan Saling Membunuh di Cianjur, Kok Bisa Begini?

Terbit 27 Feb 2024 06:17 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Sudah Ada Dua Kasus Gay Cabul dan Saling Membunuh di Cianjur, Kok Bisa Begini? — Cianjur Update
Sudah Ada Dua Kasus Gay Cabul dan Saling Membunuh di Cianjur, Kok Bisa Begini? (Ilustrasi: Pixabay.com)

CIANJURUPDATE.COM – Selama dua tahun terakhir, Cianjur digemparkan dengan kasus pembunuhan pria yang dilakukan pria dengan latar belakang gay atau penyuka sesama jenis.

Awal 2023 dan awal 2024, menjadi titik kejadiannya. Uniknya, kedua kasus ini terjadi pada Bulan Februari. Pada Februari 2023 Seorang pria berinisial AS dan R, sama-sama berusia 23 tahun, adalah pasangan penyuka sesama jenis atau gay.

Mereka hendak curhat dan menginap di sebuah kontrakan. Tetapi, niat itu diurungkan, jadinya mereka mengubah destinasi menjadi penginapan di Sarongge, Kecamatan Pacet, Cianjur.

Iklan sevilage

Curhat berujung upaya berhubungan badan. Penyebabnya satu, minuman keras. Nafsu R memuncak dan meraba-raba tubuh AS dengan penuh hasrat, bahkan sampai menyentuh kemaluannya.

AS menolak, ia enggan melakukan hubungan badan. R mencekik AS penuh emosi. Tak mau kalah, AS menendang R hingga tersungkur.

Merasa terancam, AS melakukan counter attack, ia mencekik R. Badan R ditindih sampai keduanya terjatuh dari ranjang. Pergulatan itu usai, R pun lemas tak berdaya.

Baca Juga
BPIP Bentuk Relawan Gerakan Kebijakan Pancasila di Cianjur, Tekankan Penguatan Moral
Berita · Berita terkait

Tubuh R diseret sampai ke kamar mandi. Tak mau kehilangan akal, AS menyayat lengan R pakai pisau yang ada di tas R. Semuanya dilakukan, sebagai rekayasa agar R meninggal seolah bunuh diri.

AS diringkus polisi beberapa hari kemudian, yakni Maret 2023. Dalam wawancara ketika konferensi pers di Mapolres Cianjur, Selasa (7/3/2023), AS mengaku suka pada R.

“Hubungan kami hanya pertemanan, R ini pernah mengungkapkan isi hatinya, namun saya hanya menanggapi tetapi tidak membalas. Dia teman yang baik,” ungkap dia.

Kini, kasus terbaru muncul dengan rangkaian kisah yang mirip. Namanya Muhammad Yadi alias MY (24) dan Andre (32), keduanya memang bukan pasangan, tapi sama-sama berhasrat berhubungan badan sesama jenis, alias gay.

Insiden ini terjadi setahun setelah AS dan R, yakni pada 21 Februari 2024 di sebuah hotel, kawasan Cipanas, Cianjur.

Baca Juga
Prestasi Pramuka Garuda di SMKN 1 Cianjur, Lima Siswa Dikukuhkan
Berita · Berita terkait

Yadi nekat membunuh MY dengan alasan yang menjijikkan bagi sebagian orang. Andre mengencingi Yadi saat berhubungan intim, itulah alasannya.

Semuanya bermula ketika Andre membuat status di Facebook.  Bukan status biasa, Andre memasukan muatan ajakan berfantasi seks yang lantas direspons oleh Yadi.

Jauh-jauh dari Bandar Lampung ke Cipanas, Cianjur, Andre rela hanya untuk berhubungan badan bersama Yadi. Lengkap, di tempat kejadian polisi menemukan kain zentai warna hitam, lakban, handphone, gunting, kontrasepsi, pelumas seks, topi, dan KTP atas nama korban.

Seolah menjadi ‘pemain’ profesional, keduanya ternyata menganut seks BDSM alias bondage, discipline, sadism, masochism.

Yadi, walaupun baru berusia 24 tahun, ternyata sudah melakukan seks BDSM 10 kali. Ia melancarkan aksinya di Cianjur, dan sebagian lagi di Jakarta.

Baca Juga
Satresnarkoba Polres Cianjur Ungkap 32 Kasus Narkoba, Sita 17,1 Kg Ganja dan 479 Gram Sabu
Berita · Berita terkait

Nafsu seksual seperti sumber kebahagiaan, Yadi rela membayar Rp1 juta jika bisa saling memuaskan. Tapi, kenikmatan itu sirna karena aktivitas yang disukainya itu sendiri.

Andre mengencingi Yadi saat berhubungan seks. Itu yang membuat Yadi marah dan lantas menghabisi nyawa Andre. Leher Andre diikat, hingga tak lagi bernapas.

Seperti yang terjadi di film-film psikopat, tubuh Andre pun dibungkus dengan kain. Tak cuma itu, lengan, kaki, sampai wajah Andre dilakban.

Yadi pun ditangkap di rumahnya di Kampung Cilengsar, Desa Gadog, Kecamatan Pacet, tidak jauh dari lokasi pembunuhan.

Dua kasus ini menyiratkan sebuah tanda, bahwa mereka para penyuka sesama jenis atau gay ada di Cianjur melakukan segalanya untuk memuaskan hasrat seksual.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{