Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Resah Maraknya Pendaki Ilegal, Mahatala Unpi dan TNGGP Gelar Diskusi Sistem Pendakian

Terbit 27 Nov 2021 06:31 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Resah Maraknya Pendaki Ilegal, Mahatala Unpi dan TNGGP Gelar Diskusi Sistem Pendakian — Cianjur Update
Foto: Istimewa

CIANJURUPDATE.COM, Cipanas – Mahasiswa Pecinta Alam (Mahatala) Universitas Putra Indonesia (Unpi) Cianjur bersama Balai Besar TNGGP menggelar diskusi interaktif terkait pemahaman sistem pendakian.

Ketua Umum Mahatala Unpi sekaligus perwakilan Aliansi Mapala Cianjur, Luqi Luamana R mengatakan, tujuan diskusi ini adalah untuk mencari solusi dalam menindak pendakian ilegal serta para oknum broker atau calo yang ada di TNGGP.

“Diskusi ini kami lakukan agar terciptanya solusi dalam menindak tegas upaya pendakian ilegal yang dilakukan para oknum broker atau calo,” ujarnya kepada Cianjur Update, Sabtu (27/11/2021).

Iklan sevilage

Ia menuturkan, keresahan utama Mapala Cianjur ialah karena melihat pendakian terus terjadi, bahkan saat TNGGP dalam keadaan tutup dan bertepatan dengan penerapan PPKM Level 3 di Cianjur pada 6 Oktober lalu.

Baca Juga
Polisi Tangkap Satu Terduga Pelaku Penganiayaan Petugas TNGGP, Empat Lainnya Masih Diburu
Berita · Berita terkait

“Melihat kondisi tersebut saya sangat prihatin dan berinisiatif melakukan rapat bersama unsur terkait untuk membahas permasalahan ini,” jelasnya.

Menurutnya, hasil dari diskusi ini adalah melibatkan Polres Cianjur sebagai tenaga atau badan yang dapat menindak tegas dan menghukum para pendaki ilegal.

“Harapannya, semoga tercipta sebuah mekanisme pendakian yang rapih dan cerdas. Sehingga terciptanya suatu izin atau mekanisme pelayanan jasa bagi para broker atau calo agar tertib dan mengikuti aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Terpisah, Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni menuturkan, terkait masih adanya praktik penyedia jasa ilegal atau calo yang dilakukan oleh segelintir oknum masyarakat, merupakan hal yang sangat tidak dibenarkan.

Baca Juga
Edelweiss Running Festival Segera Digelar, Gaet Lebih 3.000 Peserta, Dorong Perekonomian Daerah
Berita · Berita terkait

Menurutnya, selain bisa mengakibatkan terganggunya kestabilan ekosistem, juga dikarenakan jumlah pendaki yang tidak terkontrol.

“Namun yang paling utama yaitu terhadap keselamatan pendaki ilegal tersebut. Karena mereka tidak terdaftar di database kami, artinya apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akan sulit terdeteksi,” ucapnya.

Agus menegaskan, untuk pendaki ilegal yang tertangkap tangan di kawasan akan ditindak secara administrasi dengan membayar 5 kali harga tiket. Selain itu ada sanksi sosial berupa push-up dan masuk data blacklist pendakian.

“Maka dari itu, ayo temen-teman media bantu kami untuk terus menyosialisasikan kepada para pendaki untuk menjadi ‘Pendaki Cerdas’ yang selalu mengikuti aturan yang ada di TNGGP,” tandasnya.(ren/sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{