Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Polres Cianjur Terjunkan Tim Awasi Distribusi Kedelai, Cegah Penimbunan di Tengah Harga Naik

Terbit 7 Jun 2026 09:34 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Polres Cianjur Terjunkan Tim Awasi Distribusi Kedelai, Cegah Penimbunan di Tengah Harga Naik — Cianjur Update
Kapolres Cianjur AKBP A. Alexander Yurikho Hadi saat meninjau salah satu pabrik tahu di Kabupaten Cianjur. Foto: Istimewa

CIANJURUPDATE.COM — Kepolisian Resor (Polres) Cianjur menerjunkan tim khusus untuk mengawasi rantai distribusi dan penjualan kedelai di wilayah hukum Kabupaten Cianjur. Langkah pengawasan ini diambil guna mengantisipasi adanya praktik penimbunan komoditas bahan baku tahu dan tempe tersebut, di tengah lonjakan harga akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho Hadi, menegaskan bahwa kepolisian tidak akan segan mengambil tindakan hukum yang tegas bagi oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan sepihak di atas kesulitan para pengrajin.

“Tentu kami akan turunkan tim dan lakukan upaya penegakan hukum jika didapati pihak yang melakukan perbuatan dengan orientasi keuntungan sepihak yang dapat menjadikan harga bahan baku berupa kedelai menjadi tidak ekonomis,” kata Alexander, Minggu (7/6/2026).

Iklan sevilage

Baca Juga
Ayah Pelaku Sempat Bawa Korban ke Rumah Sakit, Pedagang Sayur Penusuk di Cianjur Dijerat Pasal Berlapis
Berita · Berita terkait

Menurut Alexander, fluktuasi harga kedelai saat ini sudah memberikan beban operasional yang berat bagi para pelaku usaha lokal, bahkan hingga memaksa beberapa di antaranya menghentikan produksi untuk sementara waktu.

“Jangan sampai ada yang menimbun, membuat pengusaha di Cianjur semakin terdampak. Makanya kami akan lakukan berbagai langkah antisipasi dan penindakan,” ucap dia.

Pihak kepolisian juga meminta kerja sama dari para pengusaha dan masyarakat untuk segera memberikan informasi jika menemukan adanya indikasi penimbunan atau spekulasi komoditas di lapangan.

Baca Juga
Dahan Pohon Patah Tersangkut Kontainer di Karangtengah Cianjur, Arus Lalu Lintas Sempat Terganggu
Berita · Berita terkait

“Silakan informasikan pada kami, akan kami proses hukum,” ujarnya Alexander.

Kondisi sulit yang dialami para perajin tahu dan tempe di Cianjur dikonfirmasi oleh Ketua Koperasi Perajin Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Kabupaten Cianjur, Hugo Siswaya. Ia menyebutkan, gejolak nilai tukar mata uang asing langsung berdampak pada harga beli kedelai impor di tingkat lokal.

Baca Juga
Golkar Cianjur Dorong Optimalisasi Tata Tertib dan Beracara Baru DPRD
Berita · Berita terkait

“Efek dolar naik atau nilai tukar rupiah ke dolar Amerika melemah, harga kedelai impor jadi naik. Sekarang tembus Rp 10.500 per kilogram. Akibatnya pengusaha jadi merugi, karena biaya operasional jadi bertambah,” jelasnya.

Hugo menjelaskan, tantangan terbesar yang dihadapi para perajin saat ini adalah akumulasi dari tiga faktor: kelangkaan bahan baku, lonjakan harga modal, dan penurunan daya beli di pasar.

“Kalaupun harga bahan baku naik, asalkan permintaan pasar atau penjualan juga naik tidak akan masalah. Yang berdampak besar itu, bahan baku susah, harganya naik, dan permintaan pasar menurun. Makanya diharapkan ada berbagai langkah dari pemerintah untuk mendukung para pengusaha tahu dan tempe,” pungkasnya.***

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Rendy Irawan | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{