Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Polisi Dalami Penyebab Empat Warga Cianjur Meninggal Dunia Diduga Usai Konsumsi Miras

Terbit 27 Mar 2026 13:34 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Polisi Dalami Penyebab Empat Warga Cianjur Meninggal Dunia Diduga Usai Konsumsi Miras — Cianjur Update
Empat warga Kecamatan Mande, Cianjur, meninggal dunia secara bertahap dengan gejala serupa, sementara satu korban masih kritis. Polisi dan tim medis masih menyelidiki penyebab pasti kematian yang dinilai tidak biasa. Foto: Ilustrasi

CIANJURUPDATE.COM – Kematian empat warga Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, menyisakan misteri besar bagi pihak kepolisian dan tim medis. Meski dugaan awal mengarah pada minuman keras (miras) oplosan, serangkaian fakta di lapangan menunjukkan pola yang tidak biasa, mulai dari rentang waktu kematian yang berjauhan hingga hasil laboratorium yang nihil indikasi keracunan.

Kasatnarkoba Polres Cianjur, AKP Tatang Sunarya, mengungkapkan bahwa misteri ini bermula dari informasi di media sosial yang kemudian dikonfirmasi kebenarannya di lapangan.

“Setelah kami cek ke Kecamatan Mande, ternyata benar ada empat warga yang meninggal dan satu lagi kritis di rumah sakit,” kata dia, Jumat (27/3/2026).

Iklan sevilage

Salah satu poin yang menguatkan unsur misteri dalam kasus ini adalah durasi bertahan hidup para korban yang berbeda-beda. Umumnya, korban miras oplosan jatuh secara bersamaan dalam waktu singkat, namun di Mande, maut datang perlahan.

Baca Juga
Kapolres Cianjur Beri Penghargaan kepada Warga yang Bantu Ungkap Peredaran Uang Palsu
Berita · Berita terkait

Korban berinisial Fa (23) mengeluhkan sakit dan muntah pada 24 Maret 2026 kemudian meninggal pada esok harinya. Sementara itu, korban MR (22) sempat bertahan lebih lama; ia mengeluhkan sakit sejak 21 Maret 2026 namun baru menghembuskan napas terakhir pada 26 Maret 2026.

“Untuk dua korban lainnya yakni L meninggal pada 25 Maret 2026 dan Do meninggal pada 26 Maret. Jadi waktunya tidak bersamaan mulai dari merasakan sakit serta muntah, hingga meninggalnya,” jelas Tatang.

Satu korban lainnya, NH, yang mengalami gejala sejak 24 Maret, hingga kini masih dalam kondisi kritis di RSUD Sayang. “Untuk satu korban lainnya kritis. Tidak bisa dimintai keterangan. Semoga bisa segera membaik, untuk dimintai keterangan kenapa bisa terjadi kejadian tersebut,” tambahnya.

Penyelidikan semakin rumit karena para korban seolah menutup rapat apa yang mereka konsumsi sebelum ajal menjemput. Polisi mendeteksi adanya minuman “racikan sendiri”, namun detailnya masih gelap.

Baca Juga
Polres Cianjur Ungkap Peredaran 14,8 Kg Ganja, Nilai Barang Bukti Capai Rp600 Juta
Berita · Berita terkait

“Tapi minuman apa yang diracik, kapan minum, dan lokasinya masih belum diketahui. Keluarganya juga tidak tahu, karena saat mengeluhkan sakit perut serta muntah, korban tidak menjelaskan penyebab sebelumnya,” ungkap Tatang.

Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho Hadi, menegaskan bahwa label ‘peminum’ yang melekat pada para korban tidak lantas membuat polisi berhenti melakukan penyelidikan mendalam. Polisi tengah mencari tahu apakah ada faktor eksternal lain atau murni masalah kesehatan.

“Proses Penyelidikan masih berjalan terutama untuk menentukan apakah betul peristiwa yang terjadi karena semata konsumsi minuman keras atau sakit atau sebab lain. Karena peristiwa meninggalnya warga tidak berbarengan dan keterangan keluarga ada yang karena sakit lambung dan lain sebagainya,” tegas Kapolres.

Menambah daftar tanda tanya, pihak RSUD Sayang justru memberikan keterangan mengejutkan mengenai kondisi pasien kritis (NH). Kepala Instalasi Humas RSUD Sayang, Raya Sandi, menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan sementara tidak menunjukkan tanda-tanda klinis keracunan alkohol yang umum terjadi pada korban oplosan.

Baca Juga
Disdikpora Cianjur Klarifikasi Status Dua Remaja Terduga Tawuran: Bukan Lagi Siswa SMP
Berita · Berita terkait

“Dari hasil pemeriksaan kesehatan, pasien yang saat ini dirawat di rumah sakit tidak ditemukan indikasi keracunan alkohol,” kata Sandi.

Pihak rumah sakit kini beralih meneliti apakah konsumsi alkohol di masa lalu telah merusak organ dalam korban secara permanen.

“Tapi masih kami lakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. Apakah kondisi penyakitnya saat ini karena riwayat mengkonsumsi alkohol, sehingga memicu penyakitnya,” pungkasnya.***

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Rendy Irawan | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{