Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Petani Garda Terdepan Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Terbit 5 Apr 2020 06:11 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Petani Garda Terdepan Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19 — Cianjur Update

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Dupa Institute menilai petani merupakan garda terdepan dalam ketahanan pangan yang terdampak Covid-19. Namun, saat ini terdapat berbagai persoalan dalam menyikapi ketahan pangan di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Eksekutif Dupa Institute, Ismat Nasrulloh mengatakan, beberapa dekade kebelakang, pemerintah pusat maupun daerah luput dalam memperhatikan sektor pertanian. Bahkan pemerintah pusat dan daerah menggenjot terus investasi di sektor industri ketimbang sektor pertanian.

“Kini dengan adanya Pandemi Covid-19 pemerintah tersadar akan pentingnya memprioritaskan sektor pertanian agar mampu menjamin kemandirian pangan. Menjamin ketersediaan pasokan pangan bagi warga,” tuturnya kepada Cianjur Update, Minggu (05/04/2020).

Iklan sevilage

Ia pun mengungkapkan, saat ini pemerintah memastikan ketersediaan bahan pokok masih dikatakan aman sampai bulan Ramadan. Selaras dengan musim yang sedang baik bagi petani pada bulan ini yang tengah menghadapi musim panen raya, terutama padi.

Baca Juga
Peringati Hari Jadi Cianjur ke-349, Pemkab Gelar Upacara Puncak di Lapangan Kademangan
Berita · Berita terkait

“Bahkan menurut informasi media, pemerintah pusat masih bisa mengekpor beras pandan wang cianjur, ke negara lain seperti Singapura,” katanya

Ada Berbagai Persoalan

Namun dalam menyikapi optimisme pemerintah, Dupa Institut dalam diskusinya mencoba menganalisa sejauh mana kesiapan petani untuk menghadapi dampak Covid-19. Lebih terkait pada ketersediaan pangan di setiap level.

“Ada berbagai persoalan yang saat ini menghinggapi petani. Di antaranya kurangnya lahan pertanian sawah akibat peralihan sawah menjadi industri. Kelangkaan pupuk, bibit sulit didapatkan, kebingungan menjual hasil panen,” ungkap dia.

Menurutnya, hal itu membuat kesehatan petani pun sangat rentan akibat pemudik yang pulang dari kota besar khususnya dari zona merah.

Baca Juga
Dahan Pohon Patah Tersangkut Kontainer di Karangtengah Cianjur, Arus Lalu Lintas Sempat Terganggu
Berita · Berita terkait

“Hal ini harus menjadi catatan bagi pemerintah daerah khususnya di Kabupaten Cianjur. Nasib para petani sebagai garda terdepan ketersediaan pangan agar bisa diperhatikan dengan baik. Terutama kebijakan yang pro terhadap petani, baik dari sisi kesehatan petani, pemberian modal, dan ketersediaan pupuk, juga mempertahankan lahan sawah yang merupakan modal utama,” jelasnya.

Ismat menyebut, pemerintah menjamin pendistibusian hasil pertanian bagi masyarakat setempat. Yaitu dengan membeli padi dari petani, sehingga petani tidak risau dalam memasarkan hasil taninya.

“Bahkan bisa mengitruksikan pemerintah desa setempat agar menggulirkan kebijakan penggunaan dana desanya untuk membantu ketersediaan pangan bagi warga desanya. Sehingga kemadirian desa dan daerah bisa terjamin, dan rakyat bisa mendapatkan haknya.” tutupnya.(afs/rez)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{