CIANJURUPDATE.COM – Pemerintah Kabupaten Cianjur bergerak cepat merespons bencana tanah longsor yang menerjang Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya. Langkah strategis berupa relokasi pemukiman kini tengah dipertimbangkan secara serius guna menjamin keselamatan warga di zona merah bencana tersebut.
Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu, menegaskan bahwa pihaknya segera menerjunkan tim untuk melakukan kajian teknis mengenai kondisi geografis dan stabilitas tanah di titik-titik terdampak.
BACA JUGA: Hujan Deras Picu Longsor di Campakamulya Cianjur, Belasan Rumah Rusak, Akses Jalan Lumpuh
Langkah relokasi ini diambil menyusul adanya belasan rumah warga yang mengalami kerusakan berat akibat tertimbun material tanah. Wahyu menjelaskan bahwa keputusan pemindahan hunian akan sangat bergantung pada hasil analisis kelaikan lahan di lapangan.
“Kemarin sore ada beberapa titik longsor, selain menutup akses jalan, ada juga rumah yang rusak tertimbun. Makanya perlu dilakukan kajian kondisi tanahnya di sana,” ujar Wahyu pada Rabu (3/2/2026).
BACA JUGA: Jalur Alternatif Mekarsari–Mekarjaya Tertutup Longsor, Polisi dan Warga Bergerak Cepat
Ia menambahkan, Pemkab tidak ingin mengambil risiko dengan membiarkan warga tetap tinggal di kawasan yang memiliki kerawanan tinggi.
“Kalau memang tanahnya labil dan rawan, tentu akan kami relokasi. Demi keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Selain fokus pada pemindahan penduduk, Wahyu menginstruksikan jajarannya untuk menyelidiki akar masalah terjadinya longsor massal ini. Menurutnya, aspek lingkungan menjadi variabel penting yang harus dievaluasi agar bencana serupa tidak berulang.
BACA JUGA: Ciloto Diguyur Hujan Deras, Tebing Puluhan Meter Longsor Timpa Area Hotel
“Kita lihat, apakah murni karena tanahnya labil, atau ada faktor lain seperti alam yang gundul atau rusak. Jadi sambil direlokasi, sambil diperbaiki alamnya,” jelas Wahyu.
Hingga saat ini, alat berat masih disiagakan di lokasi untuk membersihkan sisa-sisa material longsor yang sempat memutus urat nadi transportasi antardesa. Pemulihan jalur utama menjadi prioritas jangka pendek agar penyaluran bantuan kepada warga terdampak tidak terhambat.
“Dari kemarin alat berat sudah diturunkan ke lokasi, karena selain pemukiman ada juga jalan yang tertimbun. Kami utamakan akses dulu untuk mobilisasi bantuan,” pungkasnya.***
