Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Cianjur Update
Home Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget
Masuk

PT Inti Media Cianjur | Cianjur Update

Berita

Pemetaan Tsunami di Bantul: Potensi Tsunami Setinggi 20 Meter dan Sejauh 7,4 Kilometer

Terbit 17 Mar 2023 11:48 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Pemetaan Tsunami di Bantul: Potensi Tsunami Setinggi 20 Meter dan Sejauh 7,4 Kilometer — Cianjur Update
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa gelombang tsunami di Bantul, termasuk di daerah selatan Jawa, berpotensi mencapai ketinggian maksimal 20 meter dan jangkauan sejauh 7,4 kilometer. (ilustrasi Tsunami)
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa gelombang tsunami di Bantul, termasuk di daerah selatan Jawa, berpotensi mencapai ketinggian maksimal 20 meter dan jangkauan sejauh 7,4 kilometer. (ilustrasi Tsunami)

CIANJURUPDATE.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa gelombang tsunami di Bantul, termasuk di daerah selatan Jawa, berpotensi mencapai ketinggian maksimal 20 meter dan jangkauan sejauh 7,4 kilometer.

Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul bekerja sama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) akan memetakan lima desa di tiga kecamatan yang rawan terkena dampak tsunami akibat gempa megathrust.

BACA JUGA: Gunung Tonga Meletus Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami 3 Meter

Gempa megathrust adalah jenis gempa bumi yang terjadi ketika dua lempeng tektonik bertemu di zona subduksi. BMKG memperkirakan bahwa gempa megathrust dengan magnitudo 8,8 dapat memicu tsunami dengan ketinggian gelombang mencapai 15-20 meter, yang akan menjangkau wilayah sekitar 4-5 kilometer dari bibir pantai. Bahkan, di daerah sungai, jangkauan tsunami dapat mencapai 7,4 kilometer.

BACA JUGA: Dampak Dualisme Pemerintahan di Libya, Administrasi Pemulangan PMI Ai Juariah Tersendat

BPBD Bantul bekerja sama dengan BIG untuk memetakan daerah rawan tsunami akibat gempa megathrust menggunakan teknologi unmanned aerial vehicle (UAV). Lima desa yang akan dipetakan adalah Parangtritis, Tirtohargo, Srigading, Gadingsari, dan Poncosari.

BACA JUGA: Stok Logistik Korban Gempa Cianjur Siap Ramadan-Lebaran, Pemda Alokasikan Anggaran Rp 6 Miliar

Kelima desa tersebut termasuk dalam wilayah yang masuk ke dalam zona merah rawan tsunami.

BACA JUGA: Bulog Cianjur Pastikan Minyakita Bantuan Pangan Aman dari Kontaminasi Solar

Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, menjelaskan bahwa program pemetaan akan dimulai pada April hingga Juni 2023.

Pemetaan tersebut akan memberikan data infrastruktur dan permukiman yang berada dalam zona merah yang mungkin terdampak oleh tsunami.

BPBD Bantul dan BIG berharap data hasil pemetaan tersebut dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah setempat untuk merumuskan ulang dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) dan rencana tata ruang di wilayah pesisir, jalur evakuasi masyarakat, serta tindak lanjut mitigasi lainnya.

BACA JUGA: Gempa Terkini Cianjur, 2,1 Magnitudo kedalaman 11 KM

BACA JUGA: Tekan Kasus PMI Ilegal, Pemkab Cianjur Perketat Pengawasan hingga Pelosok Desa

Potensi terjadinya gempa megathrust di selatan Pulau Jawa dan barat daya Sumatra pernah diungkapkan dalam penelitian Pepen Supendi dan tim BMKG yang telah terbit pada Oktober 2022 lalu. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa gempa megathrust dengan magnitudo 8,9 dapat memicu tsunami dengan ketinggian gelombang mencapai 34 meter.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa gempa megathrust terjadi setiap 400 tahun dan berpotensi menghasilkan tsunami dahsyat karena pergerakan vertikal dasar laut besar yang terjadi selama gempa. Gempa bumi megathrust seringkali disertai dengan tsunami yang merusak disertai goncangan yang kuat.

Sumber: Harian Jogja

Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Geser ›