Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Dampak Dualisme Pemerintahan di Libya, Administrasi Pemulangan PMI Ai Juariah Tersendat

Terbit 1 Jul 2026 14:25 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Dampak Dualisme Pemerintahan di Libya, Administrasi Pemulangan PMI Ai Juariah Tersendat — Cianjur Update
foto: ilustrasi

CIANJURUPDATE.COM — Proses pemulangan Ai Juariah (48), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur yang sempat viral karena meminta pertolongan Presiden, dipastikan memerlukan waktu lebih lama. Upaya evakuasi menuju tanah air tersebut saat ini menghadapi kendala kedutaan akibat adanya konflik dualisme pemerintahan di negara penempatan, Libya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur, Deny Widya Lesmana, menjelaskan bahwa pihaknya telah membangun komunikasi intensif dengan pemerintah pusat beserta instansi sektoral terkait. Berdasarkan surat resmi yang diterima Disnakertrans Cianjur dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), hambatan utama terletak pada pembagian wilayah administrasi dan konflik geopolitik lokal.

"Berdasarkan surat yang kami terima, diketahui kalau PMI Ai ini bekerja di Berganzi, Libya Timur. Sedangkan KBRI kita ada di Tripoli atau Libya Barat. Di Libya ada konflik dua pemerintahan antara Libya Timur dan Libya Barat. Sehingga KBRI Tripoli kesulitan untuk memulangkan Ai yang ada di Libya Timur," ujar Deny saat memberikan keterangan, Rabu (1/7/2026).

Iklan sevilage

Meskipun dihadapkan pada situasi wilayah yang kompleks, Disnakertrans Cianjur bersama Kementerian P2MI menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi secara berkala dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) agar proses pemulangan dapat terealisasi.

Baca Juga
Lima Mobil Tangki Lintas Instansi Pasok Air Bersih ke 14 Kecamatan Terdampak Kekeringan di Cianjur
Berita · Berita terkait

"Tetap akan kami pulangkan, tapi prosesnya akan memakan waktu. Kalau dari negara lain yang tidak berkonflik mungkin akan lebih cepat," kata Deny.

Deny menambahkan, otoritas pemerintah tidak akan mengambil opsi pemulangan secara mandiri atau di luar jalur formal. Hal tersebut dihindari guna mencegah munculnya konsekuensi hukum lain seperti pengenaan denda administratif dari otoritas setempat bagi sang pekerja.

"Makanya tetap kita tempuh prosedur, meskipun jadi cukup lama pemulangannya," jelas Deny.

Di sisi lain, perkembangan mengenai kondisi kesehatan dan keamanan fisik Ai Juariah dikonfirmasi dalam keadaan aman.

Baca Juga
FBI DPC Cianjur Salurkan Air Bersih, Bantu Warga Terdampak Kekeringan di Cibeber
Berita · Berita terkait

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Drs Mukhtarudin, mengatakan PMI Ai saat ini dalam perlindungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tripoli.

"Sudah dalam pemantauan dan perlindungan KBRI. Pemerintah saat ini terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna mempercepat penyelesaian proses tersebut, sekaligus memastikan hak-hak perlindungan (Ai) tetap terpenuhi," kata dia.

Sebelumnya, jagat maya dihebohkan oleh unggahan video berdurasi 59 detik yang menampilkan Ai Juariah, warga Kampung Babakan Turuy, Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, dalam kondisi menangis histeris dengan luka di kepala.

Korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) bermodus penempatan Timur Tengah tersebut mengalami luka fisik yang diduga akibat dipaksa terus bekerja di luar kapasitasnya dalam kondisi sakit.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Rendy Irawan | Editor: Indra Arfiandi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{