19 Siswa SDN Ciadeg Cianjur Alami Gejala Keracunan Usai Konsumsi MBG dan Es Kulkul
CIANJURUPDATE.COM – Sebanyak 19 siswa SDN Ciadeg, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan pada Rabu (13/5/2026) siang. Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk memastikan penyebab pasti insiden yang mengakibatkan belasan pelajar harus menjalani perawatan medis tersebut.
Gejala berupa sakit perut, pusing, mual, hingga muntah mulai dirasakan para siswa sekitar pukul 11.00 WIB. Kondisi ini memicu kepanikan di lingkungan sekolah hingga sejumlah ambulans dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban.
“Tadi saya dapat laporan, ada yang keracunan di sekolah adik saya. Begitu dicek, benar saja ada yang sudah dibawa oleh ambulan,” ujar Cipta (26), salah satu keluarga siswa, Rabu (13/5/2026).
Berdasarkan keterangan saksi, para siswa mulai merasakan keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu Makan Siang Bergizi (MBG) serta jajanan es kulkul yang dijual di sekitar sekolah.
BACA JUGA: Polsek Pacet dan Polres Cianjur Ungkap Kasus Ranmor, Puluhan Motor Diamankan
“Kata orangtua yang anaknya makan MBG dan es Kulkul,” tambah Cipta.
Kepala Puskesmas Pagelaran, Zeni Bagja Nugraha, mengonfirmasi bahwa dari total 19 anak yang terdampak, sembilan di antaranya harus dirujuk ke rumah sakit karena kondisi yang cukup memprihatinkan. Sementara itu, sembilan siswa lainnya menjalani perawatan di puskesmas setempat, dan satu siswa telah diizinkan pulang.
“Untuk yang dirawat di rumah sakit, karena kondisinya cukup parah. Muntahnya sudah lebih dari tujuh kali,” jelas Zeni.
Pihak Puskesmas telah mengamankan sampel dari menu MBG dan jajanan es untuk diuji di laboratorium guna memastikan sumber keracunan. Zeni menekankan bahwa saat ini belum dapat disimpulkan pemicu utamanya karena mayoritas korban mengonsumsi kedua jenis makanan tersebut.
“Kami belum bisa pastikan penyebabnya, apakah dari MBG atau es Kulkul. Karena yang mengalami gejala keracunan itu mengkonsumsi keduanya. Makanya sampel dari kedua makanan tersebut kami uji di laboratorium,” terangnya.
Secara terpisah, Kapolsek Pagelaran, Iptu Budi Rustandi, menyatakan bahwa pihaknya sudah menerjunkan personel untuk mengumpulkan keterangan di lapangan.
“Kita masih penyelidikan. Anggota tengah meminta keterangan dari korban dan saksi-saksi,” pungkas Iptu Budi.***






