Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Pasca Dokter Muda Cianjur Wafat, Ketua DPRD Metty Triantika Minta Sistem Internship Perlu Dievaluasi

Terbit 30 Mar 2026 05:28 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Pasca Dokter Muda Cianjur Wafat, Ketua DPRD Metty Triantika Minta Sistem Internship Perlu Dievaluasi — Cianjur Update
Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Metty Triantika, mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya aksi kekerasan pelajar, termasuk duel ala gladiator yang kembali terjadi dan menimbulkan korban luka berat. Foto: Istimewa

CIANJURUPDATE.COM – Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Metty Triantika, menyatakan keprihatinannya atas meninggalnya seorang dokter muda peserta program internship di wilayah Cianjur dalam beberapa hari terakhir.

Ia menilai peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan, khususnya dalam memastikan sistem penugasan tenaga medis muda berjalan dengan aman dan manusiawi.

“Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi kita semua. Dokter muda adalah aset bangsa yang harus dijaga, baik dari sisi profesional maupun keselamatan kerja mereka,” kata Metty di Cianjur, Senin (30/3/2026).

Iklan sevilage

Bendahara Umum DPD Partai Golkar Jabar itu menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap program internship yang berada di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, terutama terkait standar beban kerja, jam tugas, serta dukungan fasilitas yang diterima peserta program.

Baca Juga
Kapolres Cianjur Beri Penghargaan kepada Warga yang Bantu Ungkap Peredaran Uang Palsu
Berita · Berita terkait

Metty menambahkan bahwa DPRD Cianjur akan mendorong adanya langkah konkret untuk memastikan perlindungan terhadap tenaga kesehatan, termasuk dokter muda yang tengah menjalani masa pengabdian di daerah.

“Jangan sampai kejadian ini terulang. Sistem harus hadir memberikan rasa aman dan keadilan bagi mereka yang berada di garis depan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Aji Muhawarman, seperti dikutip berbagai media menjelaskan dokter internship berinisial AMW (26) yang bertugas di Cianjur, meninggal dunia setelah mengalami gejala suspek campak dengan komplikasi berat.

Baca Juga
Polres Cianjur Ungkap Peredaran 14,8 Kg Ganja, Nilai Barang Bukti Capai Rp600 Juta
Berita · Berita terkait

Disebutkan almarhum sempat mengalami demam, ruam merah, dan sesak napas sebelum dinyatakan meninggal dunia meski telah mendapatkan penanganan maksimal di RSUD Cimacan.

“Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Cianjur juga telah melakukan penyelidikan epidemiologi, termasuk penelusuran kontak erat, penilaian risiko penyebaran, serta pemberian vitamin A sebagai langkah pencegahan,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa campak tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga berisiko fatal pada orang dewasa, terutama yang belum memiliki kekebalan atau riwayat vaksinasi.***

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Dadan Suherman | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{