Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Kerusakan Jalan dan Risiko Longsor, Jalur Puncak II Dicoret dari Daftar Alternatif Mudik 2026

Terbit 7 Mar 2026 13:12 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Kerusakan Jalan dan Risiko Longsor, Jalur Puncak II Dicoret dari Daftar Alternatif Mudik 2026 — Cianjur Update
Kondisi Jalan Raya Puncak II di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, yang masih minim penerangan dan rawan longsor sehingga tidak direkomendasikan sebagai jalur alternatif mudik Lebaran 2026. Foto: Rendi/Cianjur Update

CIANJURUPDATE.COM – Harapan pemudik untuk menggunakan Jalur Puncak II sebagai solusi memecah kemacetan di Puncak I pada Lebaran 2026 harus pupus. Pihak Kepolisian Resor (Polres) Cianjur secara resmi menyatakan bahwa jalur tersebut tidak layak dan berisiko tinggi bagi keselamatan pengendara.

Kondisi infrastruktur yang tidak merata, minimnya penerangan, hingga ancaman bencana alam menjadi alasan utama di balik keputusan ini. Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi, mengungkapkan bahwa rencana awal untuk menjadikan Puncak II sebagai katup penyelamat saat terjadi lonjakan volume kendaraan terpaksa dibatalkan setelah peninjauan lapangan.

Meski sebagian jalan di wilayah Cianjur sudah mengalami perbaikan signifikan, kondisi tersebut tidak konsisten hingga ke titik akhir jalur.

Iklan sevilage

“Betul kami tidak merekomendasikan Jalur Puncak II ini sebagai jalur alternatif mudik ataupun arus balik Idul Fitri 2026,” ujar AKP Aang Andi, Sabtu (7/3/2026).

Baca Juga
Jalan Utama Rusak Parah, Warga Cikadu Nekat Pertaruhkan Nyawa Lintasi Jembatan Gantung Pakai Mobil
Berita · Berita terkait

Ia menjelaskan bahwa pembangunan jalan memang telah menyentuh beberapa titik, namun terhenti di wilayah perbatasan.

“Jadi yang jalur masuk dari Cianjurnya sudah bagus. Jalannya dibeton dan lebar. Tapi kesananya masih rusak parah,” tambahnya.

Selain kendala fisik jalan, topografi Puncak II yang ekstrem dianggap terlalu berbahaya bagi pemudik yang tidak menguasai medan, terutama saat melintas di malam hari. Minimnya lampu penerangan jalan umum (PJU) memperparah risiko kecelakaan di area yang didominasi tebing dan jurang tersebut.

“Jalur itu terjal, banyak jalan berkelok dengan di sampingnya tebing hingga jurang. Jadi bahaya jika melintas malam hari dengan kondisi penerangan minim,” tutur Aang.

Baca Juga
Perbaikan Jalan dan Jembatan Cikadu yang Viral Dilintasi Mobil Butuh Anggaran Rp14 Miliar
Berita · Berita terkait

Kondisi tanah yang labil juga menjadi perhatian serius. Curah hujan yang tidak menentu di kawasan pegunungan berpotensi memicu longsoran yang meski berskala kecil, tetap fatal bagi stabilitas kendaraan.

“Memang longsorannya hanya longsoran kecil, tapi tetap membahayakan. Ditambah tanah yang longsor membuat jalan menjadi licin,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Polres Cianjur telah menyiapkan skema pengalihan arus jika antrean kendaraan di jalur utama Puncak I mulai tak terkendali. Alih-alih mengarahkan ke Puncak II, polisi akan mendorong pemudik menggunakan rute konvensional lainnya.

“Kami tetap jadikan Jonggol dan Sukabumi sebagai jalur alternatif utama. Jika ekor antrean kendaraan sudah mengular di Cipanas, kami langsung alihkan pengendara,” pungkasnya.***

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Rendy Irawan | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{