Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Hentikan PTM, Pemkab Cianjur Dianggap Terburu-buru

Terbit 10 Feb 2022 06:08 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Hentikan PTM, Pemkab Cianjur Dianggap Terburu-buru — Cianjur Update
PTM : Langkah Pemkab Cianjur memberhentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dinilai terlalu tergesa-gesa oleh Dewan Pendidikan Cianjur. (Foto : cianjurupdate.com)

, Cianjur – Pemerintah Kabupaten Cianjur dinilai terlalu tergesa-gesa menerapkan pemberhentian kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan mengembalikan pembelajaran daring. Hal ini disayangkan oleh Dewan Pendidikan dan orang tua siswa di Cianjur.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Cianjur, Moch Ginanjar menyatakan, Cianjur tidak termasuk daerah yang harus mencabut PTM 100 persen berdasarkan Kebijakan Gubernur Jabar terkait skema perubahan pemberlakuan PTM di Jawa Barat.

“Untuk perubahan skema PTM di Jawa Barat ini hanya berlaku di wilayah Bandung Raya dan Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi (Bodebek). Cianjur tidak masuk di dalamnya,” jelasnya, Rabu (9/2/2022).

Iklan sevilage

Menurutnya, Kebijakan pemberhentian PTM di Cianjur harus berdasarkan evaluasi sebaran kasus, terutama di lingkungan sekolah.

Baca Juga
Siswa SMKN 1 Cianjur Ikuti PTA SMAKZIE 2026 di Sarongge, Kepsek: Satu Langkah Kuatkan Semangat
Berita · Berita terkait

“Sebaiknya evaluasi dulu penyebaran varian Omicron. Tidak terburu- buru untuk mencabut kebijakan PTM 100 persen, berapa siswa yang terpapar dan wilayah varian Omicron,” tuturnya.

Fasilitas Belajar Daring Belum Memadai

Ia pun menambahkan, mengingat masih banyaknya siswa dan guru yang belum memiliki sarana dan prasarana yang sesuai kebutuhan, pembelajaran secara daring akan kurang efektif. Selain itu, belum terjangkaunya jaringan internet di beberapa wilayah membuat kondisi pembelajaran daring makin parah.

“Harus ada pertimbangan lain sebelum kembali mencabut kebijakan PTM. Jangan sampai kualitas pendidikan terus menurun akibat pembelajaran daring yang tidak maksimal,” ucap Ginanjar.

Jujun Junaedi (59), orang tua siswa, mengatakan pembelajaran anaknya menjadi kurang maksimal akibat kembalinya pembelajaran secara daring.

Baca Juga
Edelweiss Running Festival Cianjur 2026 Sukses Gaet Ribuan Peserta, Dongkrak Potensi Daerah Hingga UMKM
Berita · Berita terkait

“Karena belajar di handphone, jadi kurang fokus. sedikit-sedikit lihat youtube atau malah main game. Sedangkan belajar cuma sebentar, dan biasanya kalau belajar daring susah paham materi belajarnya. Sudah bagus kemarin tatap muka, gak apa-apa harus pakai protokol kesehatan ketat juga, atau misalnya setengahnya dulu. daripada harus berhenti total, ujar Jujun.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Cianjur Himam Haris membenarkan kebijakan tersebut sebagai langkah mencegah penyebaran virus COVID-19, terutama varian Omicron.

“Ini sebagai langkah pencegahan. Nanti, kita evaluasi setiap minggu, kalau memungkinkan nanti kita laksanakan kembali pembelajaran tatap muka dengan kuota 50 persen. Tapi untuk sementara ini belajar daring dulu,” ujar Hilman.(arm)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{