Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Harga Telur Ayam di Sejumlah Daerah Anjlok, Cianjur Masih Terpantau Normal

Terbit 8 Sep 2021 10:10 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Harga Telur Ayam di Sejumlah Daerah Anjlok, Cianjur Masih Terpantau Normal — Cianjur Update
NORMAL: Harga telur ayam di Cianjur masih terpantau normal, yakni Rp22-23 ribu per kilogram. (Foto: Riski Maulana/cianjurupdate.com)

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Harga telur ayam anjlok di sejumlah daerah, namun di Kabupaten Cianjur harga telur masih terpantau normal, yakni berkisar Rp22-23 ribu per kilogram.

Pedagang telur di Pasar Induk Cianjur (PIC), Agus (53) mengatakan, harga telur ayam saat ini masih normal. Sejak awal September sudah turun menjadi Rp22 ribu.

“Harganya sendiri turun naik, jadi harga sebelumnya berkisar Rp24 ribu dan sekarang turun lagi jadi Rp22 ribu,” ujarnya kepada Cianjur Update, Rabu (8/9/2021).

Iklan sevilage

Agus mengungkapkan, harga telur ayam biasanya naik, ketika ada pemberian bantuan dari pemerintah untuk masyarakat.

Baca Juga
Edelweiss Running Festival Segera Digelar, Gaet Lebih 3.000 Peserta, Dorong Perekonomian Daerah
Berita · Berita terkait

“Iya kalau ada bantuan yang dari pemerintah lewat desa, biasanya kan ada paket telur dan beras. Nah biasanya harga telur kadang langsung naik,” bebernya.

Senada, di Pasar Ramayana Kelurahan Muka, harganya kini berkisar Rp22 ribu per kilogramnya.

“Tidak terlalu anjlok, masih normal. Kita jual Rp22 ribu per kilogram,” ucap salah seorang pedagang telur, Dede (25).

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia, Singgih Januratmoko mengatakan, harga telur ayam di sejumlah daerah anjlok menjadi Rp15-17 ribu per kilogram.

Baca Juga
Siswa SMKN 1 Cianjur Ikuti PTA SMAKZIE 2026 di Sarongge, Kepsek: Satu Langkah Kuatkan Semangat
Berita · Berita terkait

Harga telur ayam turun dari kondisi normal yang berkisar Rp19 ribu-Rp21 ribu per kilogram.

Singgih menjelaskan, harga rata-ratanya selalu turun jika sudah memasuki Suro atau awal September. Permintaan telur ayam biasanya menurun, sehingga harga turun.

“Karena memang Suro serapan rendah,” ungkapnya mengutip CNNIndonesia.com, Rabu (8/9/2021).

Selain itu, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga membuat permintaan semakin turun. Alhasil, harga telur ayam kian jeblok.

Baca Juga
Edelweiss Running Festival Cianjur 2026 Sukses Gaet Ribuan Peserta, Dongkrak Potensi Daerah Hingga UMKM
Berita · Berita terkait

“Populasi ayam bertambah dalam satu tahun terakhir. Banyak kandang baru, sehingga volume telur ayam bertambah,” terangnya.

Saat ini, Singgih menyebut rata-rata produksi telur ayam 8.000 ton per hari. Jika tidak dalam masa Suro, jumlah penyerapan dengan produksi seimbang.

Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga rata-rata telur ayam ras segar naik 1,23 persen atau Rp300 menjadi Rp24.100 per kilogram pada Senin (6/9/2021) lalu.

Jika dilihat sejak akhir Agustus 2021, harga telur ayam yang tercatat di PIHPS stabil di angka Rp24 ribu. Jika berubah, hanya terjadi kenaikan atau penurunan kurang dari Rp1.000.(ct9/sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{