Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Hampir Terkena Penipuan, Warga Cianjur Ungkap Modus Penyalahgunaan BPJS

Terbit 11 Oct 2024 07:27 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Hampir Terkena Penipuan, Warga Cianjur Ungkap Modus Penyalahgunaan BPJS — Cianjur Update
Ilustrasi pencurian data ponsel. (Foto: Pixabay.com)

– Seorang warga Cianjur bernama Muhammad Farrel Nasrullah Iskandar (23) nyaris menjadi korban penipuan dengan modus penyalahgunaan BPJS Kesehatan, Kamis (10/10/2024).

Farrel menceritakan bahwa sekitar pukul 8.30 WIB ia menerima panggilan telepon yang mengaku dari pihak BPJS pusat.

“Pada pagi itu, sekitar jam 8.30, saya menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai pihak BPJS. Orang tersebut menuduh saya mengambil obat di tiga rumah sakit berbeda pada 9, 10, dan 11 September, padahal saya hanya berobat di Cianjur, sesuai dengan catatan JKN saya,” ujar Farrel.

Iklan sevilage

Ia dituduh mengambil obat jenis amfetamin, alprazolam, dan citalopram di tiga rumah sakit di Bandung yaitu RSUD Bandung, RS Hasan Sadikin, dan RS Santosa Bandung Central.

Orang yang menelpon juga mengklaim mendapat informasi tersebut dari seorang bernama Kirana Arifin, yang disebut sebagai CS BPJS pusat.

“Saya dituduh mengambil tiga jenis obat itu di RSUD Bandung pada 9 September, RS Hasan Sadikin pada 10 September, dan RS Santosa Bandung Central pada 11 September. Mereka bilang, informasi ini dari CS BPJS pusat yang bernama Kirana Arifin,” jelasnya.

Meski kaget, Farrel tetap tenang dan segera memeriksa data JKN-nya melalui ponsel.

Baca Juga
HMI Soroti Perbup Pilkades Serentak Cianjur yang Belum Terbit
Berita · Berita terkait

Setelah itu, pihak yang mengaku dari BPJS menyuruhnya melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Bandung agar rekaman CCTV di tiga rumah sakit tersebut bisa diperiksa.

Tak lama berselang, Farrel menerima panggilan dari nomor yang mengaku dari Polrestabes Bandung.

“Aku dihubungi tiga nomor berbeda yang mengaku dari Polrestabes Bandung. Salah satu dari mereka bahkan melakukan panggilan video dan memperkenalkan diri sebagai Aipda Aisyah dari bagian SPKT Polrestabes Bandung,” katanya.

Dalam panggilan video tersebut, Farrel diminta memberikan data pribadi, termasuk NIK dan nomor BPJS.

Namun, panggilan tersebut tiba-tiba terputus, dan ketiga nomor yang sebelumnya menghubunginya mendadak tidak aktif.

“Mereka tanya nama, umur, tempat tinggal, lalu minta NIK dan nomor BPJS. Saya sempat memberikannya, tapi panggilan video tiba-tiba terputus. Saat saya coba hubungi kembali, ketiga nomor itu sudah tidak aktif,” jelas Farrel.

Baca Juga
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, PLN Nyalakan Harapan Keluarga Cianjur melalui Light Up The Dream
Berita · Berita terkait

Setelah kejadian itu, Farrel mengaku cemas karena telah memberikan data pribadinya.

Ia khawatir informasi tersebut disalahgunakan untuk pinjaman online.

“Saya takut data saya digunakan untuk pinjaman online, jadi setelah itu saya langsung mengosongkan semua rekening untuk berjaga-jaga,” ungkapnya.

Farrel, yang sudah menggunakan BPJS selama empat tahun, mengaku baru kali ini hampir tertipu.

Ia berharap agar kejadian serupa tidak menimpa orang lain dan segera diusut oleh pihak berwenang, termasuk BPJS dan Polrestabes Bandung.

“Saya harap kejadian ini tidak terjadi pada orang lain. Semoga BPJS dan Polrestabes Bandung bisa menindaklanjutinya agar tidak merusak citra instansi,” tegasnya.

Baca Juga
Dari Sampah Jadi Karya, Warga Sukamanah Cugenang Butuh 2 Bulan Lukis Sosok KDM
Berita · Berita terkait

Farrel juga menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi JKN agar semua transaksi kesehatan bisa terpantau dengan baik.

“Bagi pengguna BPJS, jangan hanya pegang kartunya. Coba login ke aplikasi JKN agar data terpantau jelas dan jangan sembarangan memberikan informasi pribadi,” tutupnya.

Sementara itu, Krisnawati, Kepala Bagian SDM, Umum, dan Komunikasi BPJS, mengimbau masyarakat untuk melaporkan kasus serupa ke kantor BPJS terdekat.

“Jika ada dugaan pegawai BPJS terlibat dalam penipuan, pungli, atau gratifikasi, laporkan segera ke kantor BPJS terdekat,” kata dia.

Untuk menghindari penipuan, pihaknya sarankan mengurus semua administrasi BPJS Kesehatan melalui kanal resmi.

“Seperti care center 165, aplikasi Mobile JKN, Pandawa, atau langsung ke kantor BPJS Kesehatan,” ucap Krisnawati.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Detyani Aulia Malik | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{