FPRD Sukamaju Dorong Desa Perhatikan Kebutuhan Remaja Lewat Musyawarah
– Forum Peduli Remaja Desa (FPRD) Sukamaju mengadakan musyawarah remaja untuk memperkuat program Power to Youth.
Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (16/11/2024) dengan fokus pada isu-isu remaja.
Musyawarah bertujuan menyuarakan masalah kekerasan berbasis gender, pernikahan dini, dan pergaulan berisiko.

Isu-isu ini masih menjadi tantangan utama yang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah desa.
Fasilitator musyawarah, Dewi Khania, menyampaikan bahwa remaja aktif dalam diskusi dan merumuskan rekomendasi.
“Para remaja berbagi pengalaman dan menyusun rekomendasi untuk mendukung program perlindungan anak,” ujar Dewi.
Salah satu peserta, Fipit Sepiani, berharap desa Sukamaju lebih memperhatikan kebutuhan remaja.
“Kami butuh ruang untuk berkreasi dan mengembangkan potensi diri,” ungkapnya.
Hasil dan Rekomendasi Musyawarah
Beberapa capaian penting dari musyawarah ini mencakup peningkatan kesadaran, penguatan jejaring, dan munculnya inisiatif baru.
Para peserta berkomitmen menjadi agen perubahan melalui kampanye anti-kekerasan dan sosialisasi bahaya pernikahan dini.
Adapun rekomendasi utama yang diajukan kepada pemerintah desa antara lain:
- Peningkatan sosialisasi: Edukasi berkala tentang kekerasan, pernikahan dini, dan pergaulan berisiko.
- Penguatan Forum Anak Desa: Mendorong remaja berperan aktif dalam kebijakan terkait anak.
- Akses layanan: Menyediakan layanan kesehatan, pendidikan, dan konseling bagi remaja.
- Pengawasan ketat: Memantau lokasi rawan pelanggaran hak anak dan tindak kekerasan.
Musyawarah ini diharapkan menjadi langkah awal terciptanya lingkungan ramah remaja di desa Sukamaju.
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


