Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Diserang Hama Burung, 100 Hektar Tanaman Padi di Ciranjang Gagal Panen

Terbit 1 Feb 2022 01:50 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Diserang Hama Burung, 100 Hektar Tanaman Padi di Ciranjang Gagal Panen — Cianjur Update
GAGAL: 100 hektar tanaman pagi petani Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur gagal panen. (Foto: Apip Samlawi/cianjurupdate.com)

, Ciranjang – Sekitar 100 hektar tanaman padi di Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur gagal panen, akibat diserang hama burung pipit.

Salah seorang petani asal Kampung Rawabango, Desa Mekargalih, Mamun alias Mang Aun (65) menerangkan, ia mengolah sawah seluas 2.800 meter persegi.

Biasanya mampu menghasilkan gabah pungut seberat dua ton. Namun, untuk musim sekarang ia hanya mendapat lima kwintal saja.

Iklan sevilage

“Saat usia satu bulan, padi sudah diserang hama tikus dan setelah berbuah, hama burung pipit datang. Itu hampir tiap hari ribuan burung bergerombol datang ke sawah memakan bulir padi yang sudah berisi,” ujarnya kepada Cianjur Update, Selasa (1/2/2022).

Baca Juga
Mencari Makan hingga ke Jalan Raya, Seekor Lutung Tertabrak Truk di Ciranjang
Berita · Berita terkait

Ia menuturkan, hal tersebut terjadi tidak hanya pada sawah miliknya saja, melainkan terjadi pada hampir seluruh tanaman padi milik petani lainnya.

“Semua padi petani di sini juga sama, habis sama hama. Saya masih beruntung bisa panen lima kwintal, karena yang lainnya satu hektar hanya dapat 20 kilogram saja,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Lima Sekawan, A. Saepudin membenarkan, bahwa tanaman padi di wilayah Desa Mekargalih pada Musim Tanam (MT1) gagal panen. Hal ini karena banyak tanaman padi yang terserang hama.

Baca Juga
Lutung Jawa Diduga Tertabrak di Ciranjang, Polres Cianjur Serahkan ke BKSDA Jabar untuk Rehabilitasi
Berita · Berita terkait

“Selain itu, gagal panen juga akibat pola tanam yang tidak serempak. Sehingga, siklus berbagai hama dan penyakit tidak pernah putus,” ungkapnya.

Ia menyebut, menurut laporan dari pengurus para Kelompok Tani (Poktan) yang ada di bawah binaan Gapoktan Lima Sekawan. Luas lahan kurang lebih 100 hektar itu, rata-rata per hektar sawah bisa menghasilkan hingga satu-dua kwintal gabah kering.

“Dalam setiap pertemuan (rapat) kelompok selalu kami ingatkan, tapi nyatanya para petani ingin menanam padi dengan terburu-buru. Akhirnya sekarang seperti ini, petani juga yang rugi,” tandasnya.(asi/sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{