Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Diduga Korban TPPO di Libya, Pekerja Migran Asal Cianjur Minta Bantuan Pemulangan

Terbit 28 Jun 2026 20:04 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Diduga Korban TPPO di Libya, Pekerja Migran Asal Cianjur Minta Bantuan Pemulangan — Cianjur Update
Foto: Potongan video amatir

CIANJRPDATE.COM — Sebuah video berdurasi 59 detik yang memperlihatkan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dalam kondisi terluka dan meminta dipulangkan, beredar di media sosial. Perempuan tersebut diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Libya.

Dalam videonya, ia memohon bantuan evakuasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Perempuan dalam video tersebut teridentifikasi sebagai Ai Juariah (43), warga Kampung Babakan Turuy, Desa Karangwangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur.

Iklan sevilage

Dalam rekaman visual yang beredar, ia terlihat menyeka darah di hidungnya dan mengeluhkan kondisi kelelahan fisik maupun psikologis akibat beban kerja.

Baca Juga
KDM Tanggapi Tawuran Pelajar di Cilaku Cianjur, Siapkan Pembinaan Barak Militer
Berita · Berita terkait

Camat Ciranjang, Hendri Prasetyadhi, membenarkan identitas perempuan dalam video tersebut adalah warganya.

"Benar, perempuan yang ada di video viral tersebut merupakan warga kami bernama, Ai Juariah asal Desa Karangwangi, Ciranjang. Beliau, saat ini bekerja sebagai ART di Libya, sejak 14 bulan lalu," ujar Hendri saat memberikan konfirmasi, Minggu (28/6/2026).

Hendri menjelaskan, indikasi dugaan TPPO menguat karena pihak keluarga tidak memiliki salinan dokumen resmi keberangkatan dari pihak agensi atau sponsor. Terkait luka fisik yang terlihat di dalam video, Hendri menyebut hal tersebut merupakan akibat kecelakaan kerja karena kelelahan.

Baca Juga
Perkuat Kemitraan Antar Koperasi, Dekopinda Cianjur Temu Bisnis Pengusaha dan Lembaga Keuangan
Berita · Berita terkait

"Berdasarkan keterangan suaminya, luka yang dialaminya itu, informasinya karena Ai terjatuh, setelah tidak kuat dengan beban kerja yang diberikan oleh majikannya di Libya. Diketahui, sejak kali pertama diberangkatkan, Ai sudah lima kali ganti majikan," urai Hendri.

Pemerintah Kecamatan Ciranjang diagendakan segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait di tingkat Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk menelusuri kasus ini dan mengupayakan pemulangan.

"Kita juga cek, terkait dengan seluruh proses atau dokumen pemberangkatannya apakah sudah sesuai prosedur atau sebaliknya," kata Hendri.

Secara terpisah, suami dari Ai Juariah, Ujang Suryana, mengonfirmasi bahwa dirinya memang tidak memegang berkas administrasi keberangkatan istrinya. Proses pemberangkatan saat itu hanya bermodalkan persetujuan tertulis darinya.

Baca Juga
Soal Konflik Antarpelajar di Cianjur, Pemda Dorong Kolaborasi Semua Lini
Berita · Berita terkait

"Sejak 14 bulan lalu, saya hanya menandatangani surat izin suami yang diberikan oleh pihak sponsor yang memberangkatkan istri saya," ungkap Ujang.

Ujang menambahkan, pihak sponsor yang memfasilitasi keberangkatan istrinya ke Libya kini tidak dapat dihubungi dan memutus komunikasi setelah video tersebut menjadi perhatian publik. Ia berharap ada intervensi cepat dari pemerintah.

"Saya berharap pemerintah dapat menelusuri keberadaan dan segera memulangkan istri saya. Karena, saya sangat khawatir dengan kondisi istri saya di Libya," pungkas Ujang.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Rendy Irawan | Editor: Indra Arfiandi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{