Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Cerita Warga Cianjur di Jepang Saat Pandemi Corona

Terbit 28 Mar 2020 05:16 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Virus Corona atau Covid-19 masih menjadi wabah di hampir seluruh Negara di dunia. Saat ini beberapa Negara sudah memberlakukan lockdown atau penguncian untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Dengan demikian, banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini belum bisa keluar dari Negara yang memberlakukan lockdown.

Dyan Nursyamsi misalnya, warga Jalan Dr Muwardi, Kelurahan Bojongherang, Kecamatan Cianjur. Ia merupakan siswa Shizuoka International Language School, Jepang.

Dyan berbagi kisahnya yang kini berada di Negeri Sakura di tengah pandemi Covid-19. “Situasi hampir sama dengan negara lain, pastinya lockdown. Jadi semuanya dilarang keluar masuk negara Jepang. Iya, kalau ada yang mau ke Jepang, di bandara terus dapet karantina selama dua atau tiga minggu” tuturnya kepada Cianjur Update, Jumat (27/03/2020).

Iklan sevilage

Ketika tengah dihubungi Cianjur Update, Dyan mengaku baru pulang dari kerja paruh waktu yang dilakoninya. Ia pun mengungkapkan, situasi jalanan di Jepang saat ini masih seperti biasa. Ia pun mengungkapkan kekecewaannya karena Tokyo Olimpic 2020 diundur selama satu tahun.

Baca Juga
Perkuat Kemitraan Antar Koperasi, Dekopinda Cianjur Temu Bisnis Pengusaha dan Lembaga Keuangan
Berita · Berita terkait

“Situasi jalanan masih seperti biasa tidak ada yang berbeda dari hari-hari, bulan-bulan sebelum corona menyebar. Satu lagi, Tokyo Olimpic diundur satu tahun, gara-gara Corona jadi dipending,” kata dia.

Aktifitas Masyarakat Tak Banyak Berubah

Bahkan, ia mengungkapkan, aktifitas masyarakat Jepang tidak terlalu banyak berubah. Hal yang menjadi perbedanaan ialah, ketika masyarakat pergi ke luar rumah, pasti menggunakan masker.

“Contohnya ketika saya pergi ke swalayan hampir 99% orang-orang di sini pakai masker,” ungkapnya.

Baca Juga
Soal Konflik Antarpelajar di Cianjur, Pemda Dorong Kolaborasi Semua Lini
Berita · Berita terkait

Ada sejumlah kendala yang dialaminya ketika bekerja saat pandemi Covid-19 ini mewabah di Jepang. Menurutnya, semua grafik perdagangan impor dan ekspor di Jepang menurun.

“Dalam hal jam kerja di jepang tidak ada perubahan akan tetapi setiap perusahaan punya solusi tersendiri,” ungkapnya.

Ia menceritakan, tempat ia bekerja bisa meliburkan karyawannya, namun masih diberi upah meskipun hanya setengah hari. “Jadi yang harusnya dia dapat gaji full sehari kalau kerja. Karena itu perintah dari perusahaan masih dapet gaji tapi setengahnya.” tutupnya.(afs/rez)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{