Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Cerita Pedagang Terdampak PPKM Darurat: Makan Sehari-hari Aja Susah

Terbit 20 Jul 2021 05:36 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Cerita Pedagang Terdampak PPKM Darurat: Makan Sehari-hari Aja Susah — Cianjur Update
Warung nasi milik Fitri terpaksa tutup karena sepi dampak PPKM Darurat.

CIANJURUPDATE.COM – Dampak PPKM Darurat dirasakan banyak pedagang di Cianjur. Selain harus kehilangan penghasilan, banyak kesulitan lain yang harus dihadapi.

Seperti halnya pedagang nasi di Jalan Gatot Mangkupraja Kecamagan Cianjur yang bernama Fitriani (47). Ia mengatakan sangat sulit berjualan di masa pandemi, apalagi ditambah aturan PPKM Darurat.

“Udah dua minggu sepi pembeli terpaksa harus tutup, karena kalau jual lauk pauk gak bisa lama. Sehari dua hari udah basi,” ujarnya, baru-baru ini.

Iklan sevilage

Ia menambahkan, sebelum adanya PPKM biasanya penghasilan bisa Rp300 hingga Rp400 ribu. Namun karena kondisi sulit seperti ini, ia tidak bisa apa-apa. Kesulitannya bertambah karena suaminya sakit dan tertahan di Tasikmalaya tidak bisa pulang.

Baca Juga
Masker di Cianjur Jadi Langka dan Mahal Pasca Terdampak Abu Vulkanik GAK
Berita · Berita terkait

“Suami saya kerja di Tasikmalaya, tapi karena sakit dan gak bisa pulang jadi gak bisa kirim uang. Sementara sebisa mungkin bertahan hidup sendiri dengan modal sabar. Makan juga sehari sekali, itu juga dibantu tetangga yang kasih makan, kasih beras, ada juga yang kasih uang,” tambahnya.

Boro-boro Bayar Kontrakan

Fitri menambahkan, selain harus mempertahankan hidup, dirinya harus memikirkan bagaimana caranya bayar kontrakan per bulan.

“Ibu punya anak lima, semuanya tinggal di kontrakan milik orang lain kecuali anak yang dua sudah pisah rumah karena sudah nikah. Jadi total yang tinggal di sini ada lima orang. Ibu, bapak, sama tiga anak,” kata dia.

Dirinya bercerita sulit untuk bayar kontrakan, hingga nunggak satu tahun. Apalagi dalam aturan PPKM ini, bisa mempertahankan hidup juga sudah bersyukur.

Baca Juga
Mencari Makan hingga ke Jalan Raya, Seekor Lutung Tertabrak Truk di Ciranjang
Berita · Berita terkait

“Gimana mau bayar kontrakan, makan sehari-hari aja susah makanya nunggak satu tahun. Sebulannya Rp650 ribu, tapi Alhamdulillah yang punya kontrakannya baik, mengerti kondisi sulit saat ini,” tambahnya.

Selain pedagang, Ai suparsih (71) lansia yang merupakan ibu dari sopir angkot mengatakan bahwa dirinya juga merasakan dampak PPKM Darurat.

“Anak saya supir angkot, kami hidup di kontrakan hanya bertiga ditambah cucu satu. Sangat sulit, makan juga paling sehari cuma satu kali, itu juga malam hari tunggu anak saya pulang bawa makan,” kata dia.(ct10/rez)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{