Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Cegah Stunting, PDIP Cianjur Bagikan Makanan Pendamping Anak di Warungkondang

Terbit 25 Jun 2021 11:50 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Cegah Stunting, PDIP Cianjur Bagikan Makanan Pendamping Anak di Warungkondang — Cianjur Update
BANTUAN: Ketua DPC PDIP Cianjur, Susilawati menyerahkan bantuan paket makanan pendamping pada kader Posyandu di Warungkondang. (Foto: Riski Maulana/cianjurupdate.com)

CIANJURUPDATE.COM, Warungkondang – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Cianjur menggelar kegiatan pembagian paket makanan pendamping bagi anak-anak di Aula Kantor Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jumat (24/6/2021).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian PDIP Cianjur dalam upaya mencegah stunting serta meningkatkan gizi anak khususnya di wilayah Kecamatan Warungkondang.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Cianjur, Susilawati mengatakan, awalnya DPC PDIP Cianjur melakukan Fokus Group Discussion (FGD) yang ternyata berkaitan dengan persoalan stunting di Kabupaten Cianjur.

Iklan sevilage

“FGD ini kami gelar bersama Dinas Kesehatan dengan melihat masih tingginya kasus stunting dan menjadi perhatian nasional di Kabupaten Cianjur. Sehingga kami pun melakukan berbagai upaya, terhadap persoalan tersebut,” ujarnya kepada Cianjur Update, Jumat (25/6/2021).

Baca Juga
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, PLN Nyalakan Harapan Keluarga Cianjur melalui Light Up The Dream
Berita · Berita terkait

Susilawati yang karib disapa Teh Susi ini mengatakan, upaya-upaya yang DPC PDIP lakukan dalam rangka membantu pemerintah untuk menurunkan jumlah stunting di wilayah Cianjur.

“Kenapa demikian, karena penyelesaian persoalan stunting ini tidak hanya bisa dilaksanakan dengan intervensi spesifik saja, yaitu berupa makanan tambahan susu dan lain. Tetapi perlu keterlibatan semua pihak,” jelasnya.

Teh Susi mengungkapkan, harus ada gerakan untuk melakukan intervensi sensitif juga. Artinya, semua pihak turut berperan, misalnya bagaimana masalah sanitasi lingkungannya, seperti apa air bersihnya, lalu apakah menerima bantuan PKH atau BPNT atau tidak.

“Karena masalah stunting ini sangat kompleks, sehingga DPC PDIP Cianjur juga perlu bergotong-royong dalam upaya membantu pemerintah. Salah satunya dalam rangka 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Cianjur yang juga fokus untuk mewujudkan Cianjur bebas stunting,” terangnya.

Baca Juga
Siswa SMKN 1 Cianjur Ikuti PTA SMAKZIE 2026 di Sarongge, Kepsek: Satu Langkah Kuatkan Semangat
Berita · Berita terkait

Teh Susi menegaskan, bahwa partai politik harus hadir di tengah-tengah masyarakat dan memahami persoalan rakyat. Sebab, lanjutnya, partai politik bukan hanya sebatas bagaimana meningkatkan elektoral suara saat pemilu saja.

“Tetapi di sinilah peran partai dalam rangka mengagregasi kepentingan rakyat dengan pemerintah,” ucapnya.

Di Kecamatan Warungkondang ini, lanjut Teh Susi, ada sekitar 669 anak yang terdata mengalami masalah stunting yang tersebar dari tujuh desa.

“Di Warungkondang ini ada di sekitar 669 anak yang stunting. Jadi kami dorong agar ada pengalokasian anggaran stunting secara khusus. Kami berkomitmen untuk sejalan dengan Bupati Cianjur dalam menurunkan angka stunting,” paparnya.

Baca Juga
Edelweiss Running Festival Cianjur 2026 Sukses Gaet Ribuan Peserta, Dongkrak Potensi Daerah Hingga UMKM
Berita · Berita terkait

Sementara itu, Camat Warungkondang, Sukmawati mengungkapkan, sebenarnya di Warungkondang itu ada tujuh desa yang kini tengah fokus dalam pengendalian stunting.

“Sebab masalah stunting itu harus bisa sama-sama menjadi fokus semua pihak,” bebernya.

Anak dengan kasus stunting, ujarnya, akan diperiksa dari pola pemberian asi dan pola pemberian asupan gizi anak. Selanjutnya, pihaknya pun memeriksa, apakah keluarga tersebut menerima PKH, BPNT, atau bantuan pemerintah yang lain atau tidak.

“Pemantauan stunting di Cianjur kami lakukan. Jadi stunting ini bukan gizi buruk, melainkan tumbuh kembang anak tidak sesuai dengan tahapan perkembangannya secara normal, sesuai standar kesehatan,” pungkasnya.(ct9/sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{