BTT Cianjur Tinggal Rp 5 Miliar, Bupati Sebut Penanggulangan Bencana Masih Jadi Prioritas
CIANJURUPDATE.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur memastikan pembiayaan penanggulangan bencana tetap berjalan meski sisa anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) Tahun Anggaran 2026 dilaporkan menipis dan kini berada di kisaran Rp5 miliar.
BTT sendiri merupakan instrumen fiskal yang digunakan pemerintah daerah untuk membiayai kebutuhan mendesak, seperti bencana alam, nonalam, maupun konflik sosial yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.
Keterbatasan anggaran tersebut disiasati melalui skema pergeseran dana dari sejumlah pos dalam APBD guna menjaga keberlanjutan penanganan kondisi darurat.

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menegaskan sektor kebencanaan tetap menjadi prioritas utama mengingat kondisi geografis Cianjur yang rawan terhadap berbagai potensi bencana
“Alokasi anggaran untuk kebencanaan kita perkuat, terutama untuk mengantisipasi banjir, kerusakan infrastruktur seperti jembatan, hingga ancaman kekeringan berkepanjangan,” ujarnya.
Meski demikian, Wahyu tidak merinci besaran tambahan anggaran yang akan dialokasikan. Menurutnya, pengelolaan dana kebencanaan bersifat fleksibel dan menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
“Untuk kebencanaan tidak bisa dihitung secara pasti. Kami melakukan penyesuaian dengan menyisihkan anggaran dari pos tertentu sesuai kebutuhan,” katanya.
Selain fokus pada pembiayaan, Pemkab Cianjur juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana akibat perubahan iklim. Berdasarkan proyeksi pemerintah pusat, wilayah Indonesia termasuk Cianjur diperkirakan akan mengalami musim kemarau lebih panjang dari biasanya.
Karena itu, pemerintah daerah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem pada masa peralihan musim. Warga diminta mengantisipasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air bersih, sekaligus memperhatikan kondisi infrastruktur di wilayah rawan longsor maupun banjir.
“Peralihan dari musim hujan ekstrem menuju kemarau panjang menjadi perhatian serius. Ini harus diantisipasi bersama,” tandasnya.***
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


