Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Bayi Berusia 20 Bulan Asal Agrabinta Cianjur Menderita Gizi Buruk

Terbit 25 May 2021 08:42 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Bayi Berusia 20 Bulan Asal Agrabinta Cianjur Menderita Gizi Buruk — Cianjur Update
GIZI BURUK: Muhammad Bayu, bayi berusia 20 bulan asal Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur menderita gizi buruk.

CIANJURUPDATE.COM, Agrabinta – Muhammad Bayu, bayi berusia 20 bulan asal Kampung Simpang Tilu RT 02/RW 03, Desa Tanjungsari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur menderita gizi buruk.

Kondisi Bayu yang merupakan bungsu dari empat bersaudara dari pasangan Ahmidin (39) dan Alissa (31) ini tidak sama seperti anak sebayanya. Tubuhnya terlihat sangat kurus dan memprihatinkan.

Ibu Muhammad Bayu, Alissa menjelaskan, mulanya Bayu dilahirkan secara normal layaknya bayi pada umumnya. Namun, di usia 13 bulan, Bayu sering mengalami sakit-sakitan hingga harus dibawa berobat ke puskesmas, ke Rumah Sakit Pagelaran, dan terakhir ke RSUD Cianjur hingga dirawat selama 20 hari.

Iklan sevilage

“Saat itu dokter di RSUD Cianjur menyatakan bahwa Muhammad Bayu mengidap penyakit komplikasi. Di antaranya gizi buruk marasik, lambung, paru-paru, dan tipus,” ujar Alissa kepada Cianjur Update, Selasa (25/5/2021).

Baca Juga
Dari Sampah Jadi Karya, Warga Sukamanah Cugenang Butuh 2 Bulan Lukis Sosok KDM
Berita · Berita terkait

Ia mengatakan, hingga kini Bayu berusia 20 bulan tidak ada tanda-tanda kesembuhan apapun, malah setiap bulan kondisinya terus menurun.

“Padahal makannya cukup banyak, makanan apapun dia makan dengan lahap,” ucapnya.

Sang ibu pun mengungkapkan, tidak mungkin jika harus membawa lagi Muhammad Bayu berobat ke rumah sakit, karena terkendala faktor biaya.

Baca Juga
Siswa SMKN 1 Cianjur Ikuti PTA SMAKZIE 2026 di Sarongge, Kepsek: Satu Langkah Kuatkan Semangat
Berita · Berita terkait

“Usaha saya dan suami hanya tani dan serabutan, jadi tidak mungkin kalau harus dibawa lagi berobat, karena tidak ada biaya,” paparnya.

Selain itu, pihaknya mengaku, tidak memiliki kartu sehat apapun dan tidak mendapatkan bantuan sosial, PKH, BPNT, ataupun BST. Ia hanya mendapat bantuan dari desa senilai Rp300 ribu per bulan saja.

Ia pun berharap, ada dermawan yang mau membantu anaknya untuk berobat, agar Bayu bisa kembali sembuh seperti sedia kala.

Baca Juga
Edelweiss Running Festival Cianjur 2026 Sukses Gaet Ribuan Peserta, Dongkrak Potensi Daerah Hingga UMKM
Berita · Berita terkait

“Tentu saja, kalau ada yang mau membantu, saya akan membawa Bayu berobat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjungsari, Juanda (56) menambahkan, memang benar adanya bahwa Muhammad Bayu menderita gizi buruk yang membuat tubuhnya terus mengecil.

“Pihak desa sudah pernah memberikan surat tidak mampu untuk berobat ke puskesmas dan rumah sakit. Kalau mengenai bansos, memang benar keluarga Ahmidin tidak memilikinya. Tapi kami berikan bansos dari anggaran Dana Desa (DD) tiap bulannya sebesar Rp300 ribu,” pungkasnya.(asi/sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Indra Arfiandi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{