Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Apa Kabar Pembelian 18 Ribu Alat Rapid Test di Cianjur?

Terbit 14 May 2020 11:31 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Apa Kabar Pembelian 18 Ribu Alat Rapid Test di Cianjur? — Cianjur Update

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur masih belum membeli 18.000 alat rapid test seperti yang telah direncakakan sebelumnya. Hingga saat ini alat yang dipakai masih berasal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan saat ini pihaknya masih berupaya melakukan pembelian alat rapid test. Pemkab Cianjur masih menunggu pendampingan dari kejaksaan.

“Alat rapid test sementara masih memakai alokasi provinsi. Tapi kita berupaya dalam pembelian, tapi masih menunggu pendampingan dari kejaksaan, kalau suratnya masuk dua minggu yang lalu cuma semacam ada legal opinionnya itu belum kita terima. Setelah diterima akan ada pembelian,” tuturnya saat ditemui Cianjur Update, Rabu (13/05/2020).

Baca Juga
Hadapi Ancaman Karhutla, Pemkab Cianjur Siagakan Ratusan Personel dan Peralatan
Berita · Berita terkait
Iklan sevilage

Yusman menjelaskan alat rapid test itu akan digunakan dalam melacak penularan virus Corona atau Covid-19 untuk pasien positif. Termasuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien dalam Pengawasan (PDP).

“Yang pertama adalah pelacakan kontak itu yang terpenting, yang positif, ODP, PDP semua dilacak. Di tes ke pasiennya kemudian pelacakan dia kontak dengan siapa,” jelas dia.

Ia mengungkapkan, alat rapid test di Cianjur itu tidak hanya disebarkan ke fasilitas kesehatan (faskes). Tapi disebar pula kepada para tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit dan puskesmas.

Baca Juga
Truk Bawa Alat Berat Tabrak Pick-up di Cugenang, Dua Orang Meninggal Dunia
Berita · Berita terkait

“Terutama nakes di rumah sakit, lalu nakes di puskesmas. Lalu pejabat-pejabat yang sering komunikasi dengan banyak orang,” katanya.

Jika ada sisa dari alat rapid test, akan diberikan kepada orang yang rentan tertular. “Terus sisanya kalaupun ada nanti akan untuk orang-orang yang mudah terpapar seperti insan media, tapi itu terakhir.” tukasnya.(afs/rez)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{