Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Protes Travel Gelap, Sopir Elf di Sindangbarang Lakukan Mogok Massal

Terbit 8 Mar 2026 11:49 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Protes Travel Gelap, Sopir Elf di Sindangbarang Lakukan Mogok Massal — Cianjur Update
Puluhan armada elf terparkir di sekitar persimpangan Alun-alun Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Minggu (8/3/2026), saat sopir melakukan aksi mogok massal sebagai protes terhadap maraknya operasional travel gelap di jalur Cianjur selatan. Foto: Istimewa

CIANJURUPDATE.COM – Puluhan sopir angkutan elf melakukan aksi mogok massal di persimpangan Alun-alun Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Minggu (8/3/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap maraknya operasional travel gelap atau angkutan ilegal di jalur selatan Cianjur.

Sejak pagi, sejumlah armada elf terlihat berjajar parkir di sekitar kawasan tersebut. Para sopir menghentikan sementara aktivitas angkutan sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait menurunnya jumlah penumpang yang mereka angkut.

Selain mogok massal, para sopir juga melakukan penyisiran di sejumlah titik masuk wilayah Cianjur selatan. Dalam kegiatan tersebut, tiga unit minibus yang diduga beroperasi sebagai travel gelap dihentikan dan kemudian dibawa ke Mapolsek Sindangbarang.

Iklan sevilage

Ketua Komunitas Driver Elf Mobil Indonesia (KDEMI), Dedi, mengatakan aksi tersebut dipicu oleh menurunnya pendapatan sopir elf akibat persaingan dengan angkutan yang tidak memiliki izin trayek.

Baca Juga
Atasi Kekurangan Stok, Polres dan Pemkab Cianjur Gelar Donor Darah Massal
Berita · Berita terkait

“Harusnya mudik menjadi momen bagi para sopir angkutan umum mencari rezeki lebih, namun setelah adanya travel gelap penumpang elf semakin sepi,” ujar Dedi, Minggu (8/3/2026).

Menurutnya, kondisi ekonomi para sopir saat ini cukup berat karena pendapatan yang diperoleh tidak sebanding dengan biaya operasional kendaraan.

“Jadi harus nombok setoran dan ngutang ke warung. Jadi untuk ke rumah dan untuk lebaran keluarga tentu tidak ada,” katanya.

Dedi menyebut persoalan travel gelap di jalur Cianjur selatan bukan hal baru. Ia mengatakan praktik tersebut sudah terjadi sejak 2019 dan hingga kini dinilai belum mendapatkan penanganan yang menyeluruh.

Baca Juga
"Satekah Polah Ngabela Nu Susah" Bagong Mogok Santuni dan Serahkan Rutilahu
Berita · Berita terkait

“Sudah tujuh tahun masalah ini berlarut, dan tidak ada tindakan tegas dari pemerintah. Padahal travel gelap itu tidak berizin tidak punya trayek tapi dengan bebasnya membawa penumpang dengan tarif yang cukup tinggi. Sementara kami para sopir elf mempunyai trayek yang jelas tarif pun ditetukan oleh pemerintah. Sehingga kami merasa dirugikan. Kami mohon terhadap pemerintah baik itu kepolisian, dinas perhubungan serta Pemda untuk membereskan permasalahan ini,” tegasnya.

Kapolsek Sindangbarang, AKP Dadang Rustandi, mengatakan pihak kepolisian telah memfasilitasi dialog antara sopir elf dan pihak terkait setelah kendaraan yang diduga travel gelap diamankan.

“Begitu diserahkan tapi langsung dilakukan musyawarah. Situasinya berakhir kondusif. Kami minta para pemilik kendaraan yang tidak memiliki izin untuk beroperasi atau trayek tidak beroperasi sebelum mengantongi izin,” ujar AKP Dadang.

Ia menambahkan, situasi di lokasi tetap terkendali dan tidak terjadi tindakan anarkis selama aksi berlangsung.***

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{