Polres Cianjur Kandangkan Puluhan Motor Knalpot Brong
CIANJURUPDATE.COM – Suasana khidmat ibadah Ramadan di Kabupaten Cianjur kini menjadi prioritas pengamanan kepolisian. Melalui instrumen Operasi Kemanusiaan Ketupat Lodaya 2026, Polres Cianjur secara tegas menertibkan kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau “knalpot brong” pada Kamis (19/3/2026).
Langkah ini diambil menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait polusi suara yang dianggap merusak kekhusyukan ibadah di bulan suci.
Kapolres Cianjur, AKBP A. Alex Yurikho Hadi, menegaskan bahwa penindakan ini bukan sekadar rutinitas lalu lintas, melainkan upaya menciptakan kenyamanan bagi warga yang sedang menjalankan rangkaian ibadah Ramadan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Lodaya 2026. Knalpot yang tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong sangat mengganggu ketenangan warga, khususnya di bulan Ramadhan,” ujar Kapolres Alex.
Dalam operasi yang digelar di titik-titik strategis tersebut, petugas di lapangan menjaring puluhan kendaraan roda dua. Berdasarkan data kepolisian, mayoritas pelanggar yang terjaring justru didominasi oleh warga lokal Cianjur sendiri.
“Puluhan kendaraan terjaring razia, sebagian besar merupakan warga Cianjur,” tambahnya.
Polres Cianjur tidak memberikan toleransi bagi pemilik kendaraan yang melanggar aturan keselamatan. Motor-motor yang terbukti menggunakan knalpot bising langsung diangkut dan diamankan di Mapolres Cianjur sebagai bentuk efek jera.
Kapolres menjelaskan bahwa proses pengambilan kendaraan tidak sesederhana membayar denda. Pemilik diwajibkan mengembalikan kondisi motor mereka ke spesifikasi pabrikan di tempat.
“Kendaraan yang melanggar kami amankan. Untuk pengambilan, pemilik wajib melengkapi knalpot standar serta perlengkapan keselamatan lainnya seperti spion dan lampu,” tegasnya.
Penertiban ini dipastikan tidak akan berhenti dalam satu hari. Keterlibatan personel dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 menjamin pengawasan akan terus dilakukan secara intensif hingga masa operasi berakhir.
Pihak kepolisian berharap langkah preventif dan represif ini mampu mengubah perilaku berkendara masyarakat menjadi lebih santun dan taat aturan.
“Kegiatan ini akan dilaksanakan selama Operasi Ketupat Lodaya berlangsung, dengan melibatkan personel yang sudah ditugaskan,” kata Alex.
Sebagai penutup, ia menekankan bahwa tujuan akhir dari operasi ini adalah terciptanya budaya tertib berlalu lintas yang lahir dari kesadaran masyarakat sendiri, bukan sekadar ketakutan akan sanksi.
“Penertiban ini dilakukan agar masyarakat Cianjur semakin tertib dan sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Kegiatan akan menyesuaikan kondisi dan situasi di lapangan,” pungkasnya.***
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


