Kodim 0608 dan Pemkab Cianjur Mulai TMMD ke-129 di Desa Mekarmukti, Akselerasi Infrastruktur Daerah Tertinggal
CIANJURUPDATE.COM — Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama Kodim 0608/Cianjur resmi memulai program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Rabu (15/7/2026). Program lintas sektoral ini ditujukan untuk mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah yang belum tersentuh pembangunan secara maksimal.
Kepala Staf Korem (Kasrem) 061/Suryakancana, Kolonel Inf Yudi Ruskandar, menargetkan seluruh rangkaian kegiatan operasi bakti TNI tersebut rampung pada pertengahan Agustus 2026.
"Jadi pelaksanaan TMMD ini sampai dengan 13 Agustus untuk penutupannya, sampai dengan 30 hari tentunya. Jadi kegiatan ini tidak dimulai, Kodim ini tidak melaksanakan kegiatan dari mulai start ini tapi ada namanya Pra-TMMD untuk membantu percepatan," ujar Yudi seusai meninjau lokasi pembukaan TMMD di Cibinong.

Yudi menjelaskan, TMMD merupakan instrumen penting untuk mendorong pemerataan, terutama di wilayah pinggiran Kabupaten Cianjur yang masih memiliki keterbatasan akses.
"Tadi Bapak Bupati juga sudah menyampaikan bahwa kegiatan TMMD ini adalah akselerasi percepatan pembangunan. Akselerasi pembangunan di mana di desa-desa tertinggal yang, tadi Bapak Bupati sampaikan, belum tersentuh, sehingga ada pemerataan pembangunan," urai Yudi.
Dalam pelaksanaannya, program ini tidak hanya dikerjakan oleh TNI, melainkan melibatkan kekuatan gabungan dari berbagai unsur sektoral dan masyarakat.
"Dari jumlah personil kita ada 150 orang yang terdiri dari Angkatan Darat itu sendiri, dari kepolisian, dari pemerintah daerah, dari masyarakat. Kita berkolaborasi semuanya. Jadi tidak serta merta hanya TNI saja," katanya.
Selama bertugas, personel Satgas TMMD tidak didirikan posko atau tenda khusus. Mereka diinstruksikan untuk membaur dan tinggal langsung di rumah-rumah warga guna mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat.
"Mereka tidak tidur masing-masing, mereka tidur di rumah masyarakat. Uang makan mereka, anggota ini, diberikan kepada yang punya rumah, jadi membaur dengan masyarakat. Jadi tidak seperti yang dulu-dulu mungkin berdiri sendiri membangun tenda, tidak membaur masyarakat. Kita kembali ke pola yang lama," jelas Yudi.
Melalui pendekatan tersebut, kearifan lokal diharapkan dapat tumbuh kembali di tengah masyarakat. "Memang budaya Indonesia, kita mengembalikan budaya Indonesia yang lama, seperti amanat Pak Bupati tadi, menghidupkan kembali gotong royong, kebersamaan," tambahnya.
Untuk sasaran fisik, pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama guna meningkatkan konektivitas perekonomian warga Desa Mekarmukti. Pengerjaan jalan ini dilakukan dengan metode betonisasi dan pelapisan aspal.
"Itu betonisasi sepanjang 872 meter. Iya, betonisasi sepanjang 872 meter. Kemudian tingginya kurang lebih 20 cm, kemudian hotmix 3 cm ada itu dan pembangunan infrastruktur lainya diwilayah Kecamatan Cibinong ini," terangnya.
Selain jalan, sasaran fisik juga mencakup rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan perbaikan sejumlah fasilitas umum. "Ada beberapa rumah yang sudah ditinjau dan akan kita perbaiki, termasuk juga pembersihan sekolah maupun mushola-mushola," tutur Yudi.
Sementara itu, untuk sasaran non-fisik, Satgas TMMD bekerja sama dengan kepolisian dan instansi pemerintah daerah untuk memberikan penyuluhan kepada warga setempat.
"Ada kegiatan non-fisik. Kegiatan non-fisik ya seperti memberikan wawasan kebangsaan, dari Kamtibmas yang nanti dibantu dari rekan kepolisian, kemudian dari Dinas Kesehatan, dan lain sebagainya," paparnya.
Ke depan, terkait arah kebijakan program TMMD selanjutnya, Kolonel Inf Yudi Ruskandar memastikan bahwa penentuan wilayah sasaran akan selalu disinkronkan dengan kebutuhan dan prioritas pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Cianjur.
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


