Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Petani Bunga di Sukaresmi Masih Terhambat Pandemi, Banyak Kebuang karena Tak Laku

Terbit 11 Jul 2021 01:23 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Petani Bunga di Sukaresmi Masih Terhambat Pandemi, Banyak Kebuang karena Tak Laku — Cianjur Update
Petani Bunga di Sukaresmi Masih Terhambat Pandemi, Banyak Kebuang karena Tak Laku

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Pertanian bunga di Kecamatan Sukaresmi Cianjur masih terhambat pandemi Covid-19. Terlebih, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat kembali menghambat distribusi bunga.

Salah seorang petani bunga potong di Kampung Babakan Nagrak RT 04/RW 04, Desa Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi, Aden Ahyar (55) mengatakan, belum ada perbaikan apapun di sektor pertanian bunga.

“Tetap aja sama aja seperti saat awal pandemi, susah sekarang kalau mau laku,” kata dia kepada Cianjur Update, Sabtu (10/7/2021).

Iklan sevilage

Aden menjelaskan, dirinya masih kerap membuang hasil pertaniannya. Mengingat, diberlakukannya PPKM Darurat menbuat distribusi terhambat.

Baca Juga
Petugas Balai dan Volunteer Diduga Dianiaya Oknum Basecamp Gunung Gede, Polisi Masih Tunggu Laporan Korban
Berita · Berita terkait

“Mau distribusi gimana sekarang hotel-hotel ditutup ya susah juga. Biasanya saya jual kan ke Jakarta,” ungkap dia.

Biasanya, dalam setahun modal yang dikeluarkan untuk menanam bunga potong sebesar Rp2,5 juta. Namun, selama setahun ini, tidak ada penghasilan dari modal tersebut.

“Bunga kan panen tiga bulan sekali, ya selama ini masih banyak kebuang karena nggak laku, nggak balik modal dan akhirnya susah menanam lagi,” jelas dia.

Petani dikenal dengan penghasilannya yang tak menentu. Aden yang biasa mendapatkan Rp1 Juta perbulan, terakhir kali ia mendapat penghasilan hanya Rp600 ribu.

Baca Juga
Polisi Tangkap Satu Terduga Pelaku Penganiayaan Petugas TNGGP, Empat Lainnya Masih Diburu
Berita · Berita terkait

“Kalau petani penghasilan gak tentu biasanya paling 1 juta sebulan. Kemarin kita tanam biasanya diborong Rp7,5 juta, kemarin terakhir cuma dapat Rp600 ribu,” ujarnya.

Pihaknya berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pembatasan. Namun, juga memberikan alternatif bantuan kepada petani bunga potong yang kini terdampak.

“Iya, percuma kalau mau menanam sampai panen tapi nggak laku, mau makan sehari-hari makin susah,” tandas dia.(afs/rez)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{