Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Pemkab Cianjur Segera Beli 18 Ribu Alat Rapid Test

Terbit 4 May 2020 07:01 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur memutuskan segera membeli 18 ribu alat rapid test. Alat itu akan digunakan untuk deteksi dini dan penelusuran penyebaran virus Corona atau Covid-19 di wilayah Kabupaten Cianjur.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Cianjur, Iyus Yusuf membenarkan hal itu. Ia menyebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur yang bertugas dalam teknis pengadaan alat itu. “Iya teknis pengadaannya di Dinkes,” singkatnya kepada Cianjur Update, Senin (04/05/2020).

Sebelumnya, Plt Bupati H Herman Suherman mengungkapkan, pengadaan alat rapid test tidak dilarang melainkan tidak direkomendasikan. Ia menyebut, ia tetap memerlukannya untuk pendeteksi dini virus corona atau Covid-19.

Iklan sevilage

“Sebetulnya ini bukan dilarang, tidak direkomendasikan, tapi saya tetep perlu untuk mendeteksi daripada menjadi pemadam kebarakan mending mengantisipasi. Saya solusinya sudah mengintruksikan ke Dinkes ini wajib membeli, waktu vicon, Pak Gubernur sedang membeli Rapid Test,” tuturnya di Pendopo Cianjur, Jumat (01/05/2020).

Baca Juga
Soal Konflik Antarpelajar di Cianjur, Pemda Dorong Kolaborasi Semua Lini
Berita · Berita terkait

Herman mengaku telah memberi teguran keras kepada Kepala Dinkes, Tresna Gumilar. Teguran itu mengenai saran untuk tidak membeli alat rapid test. Namun, Herman ingin tetap membeli alat itu.

“Kemarin saya sudah tegor Kadinkes yang memberikan informasi kurang baik, saya sudah tegor dengan tegoran keras. Terkait disarankan tidak beli, tapi saya tetep menyarankan harus beli,” katanya.

Berubah Pikiran

Sebelumnya, Senin (27/4/2020) lalu diberitakan, Pemkab Cianjur tidak jadi membeli alat rapid test. Padahal, rencananya ada separuh warga Cianjur yang akan dilakukan tes cepat.

Baca Juga
Truk Bawa Alat Berat Tabrak Pick-up di Cugenang, Dua Orang Meninggal Dunia
Berita · Berita terkait

Ia menyebut, perjuangan mencapai tujuan tersebut harus terhalang oleh sebuah kendala. Akhirnya rencana pembelian Rapid Test di Kabupaten Cianjur harus gagal.

“Tapi ada kendala. Kendalanya apa? Manakala saya ingin membeli Rapid Test, tidak diperbolehkan oleh WHO,” ungkap dia.

Herman mengaku tak tahu alasan organisasi kesehatan dunia itu tidak membolehkan Rapid Test di Kabupaten Cianjur. “Wallahu’alam. Gak jadi, karena gak boleh,” katanya.(afs/rez)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{