Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Lokatmala Foundation Gelar Program Seni Budaya Bertajuk CIANJUR 1834

Terbit 10 Feb 2025 07:36 WIB · 3 menit dibaca
Bagikan
Lokatmala Foundation Gelar Program Seni Budaya Bertajuk CIANJUR 1834 — Cianjur Update
Yayasan Kebudayaan Lokatmala Indonesia, menggelar program “CIANJUR 1834 dengan menggelar jumpa pers, pada Senin 10 Februari 2025. Foto: Dadan Suherman/ Cianjur Update

CIANJURUPDATE.COM – Upaya pelestarian dan pemajuan seni budaya, Yayasan Kebudayaan Lokatmala Indonesia, menggelar program “CIANJUR 1834: Mengenang Kejayaan, Merajut Kebanggaan, Menghidupkan Kebersamaan” yang akan berlangsung sepanjang tahun 2025.

Program ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya budaya sebagai warisan sekaligus modal sosial dalam menghadapi tantangan zaman.

Ketua Panitia Pelaksana CIANJUR 1834, Moch. Ibnu Yasa Ramadhan, didampingi Sekretaris Panitia Indri Hidayati Putri, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar ajang perayaan, tetapi momentum strategis untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan kebanggaan terhadap budaya lokal.

Iklan sevilage

“Seni budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi napas yang harus terus dijaga. Dengan menghidupkan kembali sejarah dan tradisi, kita sedang membangun masa depan yang lebih berakar pada identitas dan kebersamaan,” ujar Ibnu Yasa saat Launching Media Program CIANJUR 1834 di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cianjur, Jl. Siliwangi Cianjur, Senin (10/2/2025).

Indri Hidayati menambahkan bahwa keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam program ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem seni budaya di Cianjur.

Baca Juga
HMI Soroti Perbup Pilkades Serentak Cianjur yang Belum Terbit
Berita · Berita terkait

“Kami ingin masyarakat, terutama generasi muda, melihat bahwa seni budaya bukan hanya bagian dari warisan, tetapi juga potensi yang dapat dikembangkan untuk kesejahteraan,” katanya.

Disebutkan Indri, untuk menghidupkan kembali warisan tersebut, program ini menghadirkan serangkaian kegiatan yang menggabungkan edukasi, seni pertunjukan, dan partisipasi masyarakat, antara lain, Bedah Buku dan Monolog Apun Gencay, yang mengeksplorasi narasi sejarah melalui perspektif perempuan.

Kemudian Cianjur 1834 juga akan menampilkan pertunjukan Tari Kreasi Bentang Herang dan Fashion Show Batik Cianjur, yang memadukan tradisi dengan inovasi. Dilanjutkan dengan Deklarasi Komunitas Pelestari Budaya Pancasila dan Workshop Ideologi dan Pemajuan Budaya, sebagai upaya memperkuat kesadaran nasionalisme berbasis budaya.

“Kami juga akan menyelenggarakan Workshop Mamaos Cianjuran, Pameran UMKM, dan Pertunjukan Seni Lokatmala, yang mengintegrasikan seni budaya dengan pengembangan ekonomi kreatif,” papar Indri.

Baca Juga
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, PLN Nyalakan Harapan Keluarga Cianjur melalui Light Up The Dream
Berita · Berita terkait

Napak Tilas

Terpisah Ketua Yayasan Kebudayaan Lokatmala Indonesia, N. Wina Resky Agustina, S.Sn, M.Sn, menjelaskan, Program “CIANJUR 1834” berangkat dari sejarah panjang Cianjur sebagai daerah yang kaya akan seni, budaya, dan ekonomi kreatif. Sebelum tahun 1834, Cianjur dikenal sebagai sentra penghasil kopi terbaik hingga mancanegara.

“Namun seperti kita catat dari berbagai literasi yang ada , kejayaan itu juga diwarnai dengan berbagai konflik, perjuangan sosial dan budaya, seperti yang tercermin dalam kisah Nyai Apun Gencay hingga munculnya kehadiran Dalem Pancaniti yang merombak kegelapan menjadi cahaya melalui seni dan budaya adiluhung,” kata Wina yang Dosen Seni Budaya Sunda serta Kajian dan Pentas Drama Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Suryakancana (UNSUR) Cianjur tersebut.

Disebutkan Wina, CIANJUR 1834 akan dimulai dari kehadiran Nyai Apun Gencay yang dikenal sebagai sosok perempuan yang mencatat luka dalam sejarah Cianjur, menjadi saksi atas dinamika kolonialisme di Cianjur. Sementara, Dalem Pancaniti diketahui sebagai sosok yang membawa perubahan dengan menanamkan nilai seni dan budaya sebagai pilar harmoni dalam kehidupan masyarakat saat itu.

Baca Juga
Edelweiss Running Festival Segera Digelar, Gaet Lebih 3.000 Peserta, Dorong Perekonomian Daerah
Berita · Berita terkait

Wina berharap program ini dapat menjadi penggerak utama dalam mendorong pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah.

“Seni budaya tidak hanya harus dijaga, tetapi juga terus dikembangkan. Kami ingin program ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyadari bahwa budaya adalah investasi jangka panjang, baik untuk identitas maupun kesejahteraan,” ujar Wina.

Menurutnya, pelestarian seni budaya tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara komunitas, pemerintah, dan dunia usaha agar budaya tetap relevan dengan zaman. Program “CIANJUR 1834” diharapkan menjadi model bagaimana kebudayaan dapat menjadi pilar yang kokoh dalam membangun Cianjur di era modern.

“Dengan semangat kebangkitan seni budaya, “CIANJUR 1834” menjadi panggilan bagi masyarakat untuk merajut kembali jejak kejayaan, bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk generasi yang akan datang,” pungkasnya.***

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Dadan Suherman | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{