CIANJURUPDATE.COM – Peristiwa nahas menimpa seorang pelajar perempuan berinisial CS (7), warga Desa Mekarjaya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Korban mengalami luka serius disertai pendarahan akibat diserang delapan ekor anjing liar saat pulang sekolah, Kamis (29/1) sekitar pukul 12.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu pulang sekolah dengan berjalan kaki melintasi area perkebunan. Namun nahas, ia tiba-tiba dihadang oleh sejumlah anjing liar hingga akhirnya diserang dan mengalami luka gigitan di beberapa bagian tubuh.
Kepala Desa Mekarjaya, Ahmad Saripudin, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga terkait adanya seorang anak yang diserang anjing di wilayahnya.
“Setelah mendapat informasi dari warga, kami langsung mendatangi rumah korban dan melakukan penanganan awal dengan membawa korban ke puskesmas,” ujarnya.
Namun, karena kondisi korban dinilai cukup parah dan membutuhkan penanganan lebih lanjut, pihak desa kemudian merujuk korban ke RSUD Sayang Cianjur menggunakan ambulans desa untuk mendapatkan perawatan intensif.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan Polsek Campaka serta Babinsa untuk meminimalisir agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebagian anjing yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut telah dibunuh oleh warga karena dikhawatirkan kembali menyerang anak-anak maupun warga yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
“Kami juga sudah mengeluarkan surat imbauan dan instruksi kepada warga agar tetap waspada serta berhati-hati, khususnya bagi warga yang memelihara anjing agar dikandangkan atau diikat,” tutupnya.
BACA JUGA: Diduga Sodomi dan Cabuli Anak, Remaja di Sukaluyu Diringkus Polisi
Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan untuk selanjutnya melakukan pemeriksaan agar tidak terjadi komplikasi tentunya dari gigitan anjing itu, Kekhawatiran terkena rabies.
“Iya betul, kita nanti berikan anti rabies yah kepada korban termasuk anti tetanus, antibiotik, agar kesehatannya kembali seperti semula,” tutupnya kepada wartawan pada Jum’at (30/1/26).***
